Monyet Liar “Teror” Warga Inhil, Kini Jalani Observasi di BBKSDA Riau – bomindonesia.com

Monyet Liar “Teror” Warga Inhil, Kini Jalani Observasi di BBKSDA Riau

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEROR MONYET – Monyet ekor panjang yang meresahkan warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, akhirnya berhasil ditangkap petugas gabungan setelah menyerang sedikitnya 18 warga. Satwa liar tersebut kini menjalani observasi di BBKSDA Riau. (foto: istimewa)

TEROR MONYET – Monyet ekor panjang yang meresahkan warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, akhirnya berhasil ditangkap petugas gabungan setelah menyerang sedikitnya 18 warga. Satwa liar tersebut kini menjalani observasi di BBKSDA Riau. (foto: istimewa)

BOMINDONESIA.COM, PEKANBARU – Teror seekor monyet liar yang selama beberapa waktu terakhir membuat warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, hidup dalam ketakutan akhirnya berakhir.

Satwa liar tersebut diketahui berulang kali menyerang warga secara tiba-tiba di kawasan permukiman mulai 25 Juli 2026.

Serangan ini menyebabkan sedikitnya 18 orang mengalami luka akibat gigitan dan cakaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Beberapa di antaranya mengalami luka cukup serius hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Kondisi itu membuat masyarakat resah, bahkan aktivitas warga sempat terganggu.

Teror monyet tersebut juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sempat menerapkan kebijakan pembelajaran secara daring bagi sekolah-sekolah di wilayah terdampak demi menghindari risiko serangan terhadap para pelajar.

Dilansir dari Media Center Riau, setelah melalui proses pencarian dan evakuasi, monyet berekor panjang (Macaca fascicularis) itu akhirnya berhasil diamankan menggunakan kandang perangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, BPBD, TNI, Polri serta dibantu masyarakat.

Usai ditangkap, satwa tersebut langsung dibawa ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau di Pekanbaru untuk menjalani observasi.

Humas BBKSDA Riau, Reni, mengatakan observasi dilakukan karena perilaku agresif monyet tersebut dinilai tidak lazim dibandingkan monyet pada umumnya.”Ya, kita bawa ke BBKSDA Riau di Pekanbaru untuk observasi,” ujarnya, Kamis (6/8/2026)

Menurutnya, sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut, monyet tersebut terlebih dahulu dikarantina di Klinik Arsari BBKSDA Riau.

Tim dokter hewan akan memeriksa kondisi fisik, perilaku, serta memastikan ada atau tidaknya penyakit yang mungkin diderita, termasuk kemungkinan paparan rabies.

Hasil observasi nantinya akan menjadi dasar bagi BBKSDA Riau dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya terhadap satwa liar tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penanganan konflik antara manusia dan satwa liar secara tepat, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan upaya konservasi terhadap satwa yang dilindungi.

*/ Editor Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangis Bocah Iringi Kepergian Sang Ayah, Pria Tewas Diduga Dikeroyok karena Dituduh Curi Ayam
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Diduga Terkait Kasus TPPU
Kuntadi Resmi Jabat Jampidsus, Jaksa Agung Tekankan Penanganan Korupsi tanpa Tebang Pilih
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan
Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus
Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI
Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada
Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:16 WITA

Monyet Liar “Teror” Warga Inhil, Kini Jalani Observasi di BBKSDA Riau

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:15 WITA

Tangis Bocah Iringi Kepergian Sang Ayah, Pria Tewas Diduga Dikeroyok karena Dituduh Curi Ayam

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:46 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Diduga Terkait Kasus TPPU

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:34 WITA

Kuntadi Resmi Jabat Jampidsus, Jaksa Agung Tekankan Penanganan Korupsi tanpa Tebang Pilih

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:56 WITA

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Proses Pemadaman Kebakaran di pasar teluk dalam bannjarmasin (Dok/Jodi)

Peristiwa

Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Bangunan di Pasar Teluk Dalam

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:15 WITA

AIR MATA MALDINI – Paolo Maldini tak kuasa menahan tangis saat menggotong peti jenazah Franco Baresi dalam prosesi pemakaman di Basilika Sant'Ambrogio, Milan. Ribuan Milanisti dan legenda sepak bola dunia mengantar kepergian sang

Halo Internasional

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi

Kamis, 6 Agu 2026 - 13:35 WITA

Verified by MonsterInsights