BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Udara kotor di Kota Banjarmasin belum menunjukan tanda-tanda penurunan dari dampak kabut asap. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pun sampaikankan kenyataan bahwa penderita serangan paru-paru atau ISPA meningkat signifikan.
Serangan ISPA mencapai 2.451 kasus, data tersebut dikonfirmasi 12 September lalu dan data terbaru akan diupdate 19 September mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menyampaikan, bahwa kondisi serangan ISPA cenderung naik setiap minggunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terbaru ini sudah mencapai 2.451 kasus, bila dibanding minggu lalu kasus ada 2.127. Kemudian minggu sebelumnya lagi, tercatat 1874 kasus.
“Setiap minggu data yang kami peroleh pengidap ISPA cenderung naik, hal ini disebabkan karena kabut asap karhutla yang hingga kini masih terjadi,” ujarnya.
Yanuar berharap, kabut asap segera berakhir dan masyarakat dapat menjaga kesehatannya dengan tidak keluar rumah jika tidak berkepentingan.
Kemudian memakai masker jika mendesak keluar rumah.
“Saya harap masyarakat dapat menjaga kesehatannya, pakai masker jika berada diluar rumah atau sedang beraktivitas lainnya,” ucapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Jefri Fransyah pun menyampaikan bahwa kondisi udara di Banjarmasin berstatus hitam.
Artinya udara telah terkontaminasi racun dari asap karhutla yang sekarang masih terjadi.
“Jika status udara tidak baik atau berbahaya, kami mengimbau warga memakai masker jika keluar rumah,” tutupnya.
Penulis : Hamdani









