BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Setelah melewati musim kemarau dan ancaman intrusi air laut. Kualitas air baku PAM Bandarmasih berganti dipengaruhi dampak dari cuaca ektreem musim penghujan sekarang ini.
Dampak musim penghujan ini ialah pengaruh meningkatnya kekeruhan air sungai yang mengharuskan PAM berkerja lebih ekstra agar kualitas air minum tetap layak dikonsumsi.
Direktur Operasional PAM Bandarmasih, M Edwardsyah menyampaikan, bahwa tingkat kekeruhan selama musim penghujan ini tercatat naik 10 kali lipat dari biasanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Katanya, Standar kekeruhan untuk air baku 10-25 ntu. kalau lebih dari itu pihaknya harus melakukan tindakan memberikan dosis kimia melakukan penormalan air baku agar air minum yang sampai di masyarakat tetap aman dan bersih.
“Ya sudah tiga pekan ini kita diguyur hujan dan berdampak pada kualitas air baku. Tapi kita segera melakukan standarisasi air baku, kami juga menambah waktu kerja agar pelayanan tetap terjaga,” ucapnya.
Pengaruh musim hujan ini, kata Edwar, setidaknya beban operasional PAM naik hingga 20 persen. Namun, hal itu sudah dilakukan antisipasi dengan memanejerial distribusi agar pelayanan tetap stabil tanpa ada pengurangan produksi air bersih.
“Sebenarnya dampak ini sudah kita prediksi dan telah kami siapkan. Sama juga saat musim kemarau lalu, segala agar kualitas air tetap terjaga,” ucapnya.
Edwar juga menyampaikan syukurnya, bahwa dampak beban operasional musim hujan ini tak sebesar tahun lalu. Hal itu juga dipengaruhi dengan durasi kemarau panjang.
“Kita bersyukur beban tahun ini tak sebesar tahun 2023 lalu,” tuturnya
Penulis : Hamdani
Editor : Ha









