BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin mengubah limbah kulit buah naga merah menjadi gagasan produk perawatan kulit bernilai ekonomi.
Inovasi tersebut membawa mereka meraih Medali Emas dan penghargaan Poster Favorit dalam 3rd International Student Competition (ISC) di Thailand, 8–9 Agustus 2026.

Keduanya adalah Shofhah Raihanasari dari Program Studi Agribisnis dan Muhammad Rizqi Maulana dari Program Studi Peternakan. Karya tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Fuzi Maulana Ash’ari, S.Pt., M.P.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gagasan itu dituangkan melalui karya ilmiah berjudul Hilirisasi Komoditas Hortikultura: Pemanfaatan Ekstrak Antosianin Kulit Buah Naga Merah sebagai Bahan Aktif dalam Produk Perawatan Kulit Anti-Inflamasi. Mereka mengangkat persoalan limbah kulit buah naga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Kulit buah naga mencakup sekitar 30–35 persen dari berat buah. Tim kemudian mengeksplorasi kandungan antosianin dan senyawa bioaktif lainnya untuk dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam produk perawatan kulit.
Proses ekstraksi menggunakan pendekatan Green Extraction Innovation berbasis Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) dan teknologi Microwave-assisted. Metode tersebut dirancang untuk menghasilkan ekstrak kaya antosianin dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
Shofhah mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan karena karya mahasiswa Uniska mampu bersaing dalam kompetisi internasional sekaligus meraih dua penghargaan.
“Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena mampu bersaing dengan mahasiswa dari kampus ternama lainnya secara internasional. Terlebih lagi, kami mendapatkan dua penghargaan sekaligus, yakni medali emas dan Poster Favorit,” ujar Shofhah.
Prestasi itu diraih ketika Shofhah juga mengikuti program Student Mobility One Semester di Inti International University Malaysia. Program tersebut berlangsung selama satu semester pada Agustus hingga Desember 2026.
Dekan Fakultas Pertanian Uniska MAB Banjarmasin, Prof. Dr. Ir. Hj. Tintin Rostini, S.Pt., M.P., IPM, ASEAN Eng, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia berharap prestasi internasional itu dapat mendorong mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kompetisi dan program pengembangan akademik.
“Semoga hasil ini memotivasi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk mencapai prestasi internasional. Selain itu, mahasiswa dapat mengikuti berbagai program yang ditawarkan, seperti Student Mobility One Semester dan kegiatan lainnya,” katanya.

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan peluang pemanfaatan limbah pertanian melalui pendekatan ekonomi sirkular. Limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan diarahkan menjadi bahan bernilai tambah melalui riset dan inovasi mahasiswa.
Bagi Uniska MAB, pencapaian di Thailand itu tidak hanya menjadi prestasi kompetisi. Inovasi tersebut juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin dapat mendorong mahasiswa mengembangkan solusi berbasis potensi pertanian lokal.
Editor: Sukma









