Hadapi Krisis Air, PT PAM Bandarmasih Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang – bomindonesia.com

Hadapi Krisis Air, PT PAM Bandarmasih Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026 - 19:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Air baku PT Air Minum Bandarmasih mengalami penurunan signifikan di tengah Kondisi kemarau ekstrem sekarang ini.

PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) memastikan kondisi tersebut tidak dihadapi dengan berdiam diri. Sejumlah langkah penanganan jangka pendek terus dilakukan, bersamaan dengan penyiapan solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air baku.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan penanganan saat ini dilakukan dengan memaksimalkan sumber air baku yang masih tersedia, melakukan pemantauan kualitas air, rekayasa distribusi pengaliran, serta optimalisasi blending air baku. PAM Bandarmasih juga menyiagakan mobil tangki air bersih gratis untuk membantu masyarakat di wilayah yang terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang kami lakukan bukan hanya menangani kondisi hari ini. Di lapangan kami terus mencari dan mengoptimalkan sumber yang tersedia, sekaligus menyiapkan langkah agar persoalan air baku ini dapat diantisipasi secara lebih permanen,” ujar Zulbadi.

Kondisi saat ini berkaitan erat dengan menurunnya debit air sungai yang dapat memicu intrusi air laut dan meningkatkan kadar garam pada sumber air baku. Karena itu, penanganan tidak cukup hanya dengan menjaga distribusi saat kondisi kritis, tetapi juga membutuhkan penguatan sistem penyediaan air baku.

Untuk jangka panjang, PAM Bandarmasih telah menyiapkan mitigasi melalui pemasangan pipa air baku berdiameter 800 milimeter dari Pematang Panjang menuju IPA 2 serta pembangunan embung atau bak prasedimentasi. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk menyediakan sumber dan cadangan air baku yang lebih andal ketika kondisi kemarau kembali terjadi. Rencana penguatan ketahanan air baku ini juga telah dibahas bersama pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.

“Solusi jangka panjang ini memang membutuhkan proses, mulai dari perencanaan, koordinasi, pembiayaan hingga pembangunan. Tetapi ini yang sedang kami dorong, agar ke depan pelayanan tidak hanya bergantung pada kondisi sumber air baku saat musim kemarau,” jelas Zulbadi.

Dengan demikian, penanganan krisis air oleh PAM Bandarmasih berjalan dalam dua arah: menjaga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan bantuan air dalam kondisi saat ini, sekaligus membangun sistem penyediaan air baku yang lebih kuat untuk menghadapi kondisi serupa di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sungai Pekapuran Dikeruk, Kembalikan Fungsi Sungai dan Kendaikan Banjir
Pulpen Teddy , Lirikan Putin dan Adab di Meja Perundingan
Siap Gandeng Investor, Siring dan Pulau Insan Bakal Majukan Pariwisata Banjarmasin
INDONESIA
81 Tahun Merdeka, Masihkah Kepak Sayap Garuda Menaungi?
Ritchie Blackmore, Algoritma dan Kenangan Gagang Sapu
33 Tahun Terpisah, Ritchie Blackmore Akhirnya Kembali Sepanggung dengan Deep Purple
Jajaran SKPD Hingga Umum Bagikan 7 Ribu Bendera Merah Putih untuk Warga Sambut HUT Ke-81 RI

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:18 WITA

Hadapi Krisis Air, PT PAM Bandarmasih Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Minggu, 6 September 2026 - 19:05 WITA

Sungai Pekapuran Dikeruk, Kembalikan Fungsi Sungai dan Kendaikan Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 13:32 WITA

Pulpen Teddy , Lirikan Putin dan Adab di Meja Perundingan

Jumat, 4 September 2026 - 17:36 WITA

Siap Gandeng Investor, Siring dan Pulau Insan Bakal Majukan Pariwisata Banjarmasin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:36 WITA

INDONESIA

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Sungai Pekapuran Dikeruk, Kembalikan Fungsi Sungai dan Kendaikan Banjir

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:31 WITA

Cermin

Pulpen Teddy , Lirikan Putin dan Adab di Meja Perundingan

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:32 WITA

Verified by MonsterInsights