BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN — Ratusan BPK swasta dan relawan Banjarmasin turun berjuang padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah terdampak di Kalsel, seperti di Banjar, Tanah Laut, Banjarbaru dan Batola.
Tak sedikit relawan rela bermalam menjaga api muncul kembali dan mempertaruhkan kesehatannya karena melawan kepungan asap karhutla.
Namun sayang saat bantuan presiden datang sebesar Rp 100 miliar untuk daerah terdampak karhutla di Kalsel. Daerah Kota Banjarmasin ternyata tak mendapat bagian sedikitpun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, Hendro menyampaikan, relawan pemadam kebakaran yang masuk dalam binaannya aktif memadamkan karhutla tak hanya di Banjarmasin namun Karhutla di daerah tetangga.
Hendro mencatat ada 2.086 relawan damkar di Banjarmasin dan ia yakin sejumlah relawan binaannya itu aktif membantu karhutla.
“Relawan damkar di Banjarmasin begitu aktif membantu pemadaman karhutla, mereka rela datang jauh-jauh untuk membantu pemadaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Naparin menyampaikan, Meski demikian, Banjarmasin merupakan salah satu daerah yang turut menghadapi kebakaran lahan sekaligus berkontribusi dalam penanganan kebakaran lintas wilayah.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Banjarmasin, tercatat 71 kejadian kebakaran lahan sejak Juli hingga awal Oktober 2026.
Tidak hanya menangani kebakaran di wilayah sendiri, petugas dan relawan pemadam kebakaran asal Banjarmasin juga aktif membantu penanganan kebakaran di Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Relawan Banjarmasin pun memiliki rekam jejak membantu pemadaman di wilayah Banjarbaru.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya bersama menangani kebakaran di Kalimantan Selatan.
“Penanganan kebakaran tidak mengenal batas administrasi. Ketika daerah tetangga membutuhkan bantuan, petugas dan relawan Banjarmasin turut bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan rincian alokasi yang diberitakan, Banpres Rp100 miliar dialokasikan kepada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Tanah Laut Rp20 miliar, Kota Banjarbaru Rp15 miliar, Kabupaten Tapin Rp15 miliar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rp10 miliar, dan Kabupaten Tanah Bumbu Rp10 miliar.
Kota Banjarmasin tidak tercantum sebagai penerima langsung dalam rincian tersebut.
Terlepas dari rincian alokasi bantuan tersebut, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan tetap membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Kontribusi Banjarmasin, baik melalui pemerintah daerah maupun para relawan pemadam, menjadi bagian dari upaya bersama melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.
“Kita harapkan para relawan pemadam kebakaran di Banjarmasin juga dapat memperoleh perhatian dan dukungan bantuan, khususnya berupa bahan bakar minyak (BBM), biaya operasional, perawatan armada dan mesin pompa, serta perlengkapan keselamatan petugas,” katanya.
Dukungan tersebut sangat berarti mengingat para relawan selama ini tidak hanya menangani kebakaran di wilayah Banjarmasin, tetapi juga kerap mengerahkan tenaga, kendaraan, dan peralatan untuk membantu daerah tetangga.
Sebab, bagi para relawan pemadam, membantu sesama tidak dibatasi wilayah administrasi. Ketika api mengancam, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.









