BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Pembatalan perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin dipastikan tak menyisakan banyak Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dari APBD Kota Banjarmasin sebesar Rp 2,6 triliun.
Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo menyampaikan, potensi SiLPA tetap ada yang berasal dari berbagai faktor, termasuk efisiensi maupun sisa hasil proses lelang, termasuk pembatalan hari jadi kota. “Kalau SiLPA kemungkinan masih ada, tapi kita ingin memperkecil itu,” tegasnya.
Edy pun menyampaikan, bahwa perayaan hari jadi diganti dengan kegiatan pembangunan di setiap masing-masing SKPD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu contohnya bantuan sosial di di SKPD Dinsos, kemudian pembangunan taman Kamboja oleh Disporabudpar dan yang lainnya.
Sementara dari sisi belanja, ia juga berharap realisasi tahun ini bisa melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Namun, percepatan belanja tidak berarti seluruh anggaran akan terserap 100 persen.
Ia memberikan gambaran, jika seluruh SKPD mampu merealisasikan belanja sekitar 90 persen dari postur APBD-P Rp2,6 triliun, maka masih terdapat sekitar 10 persen anggaran yang tidak terserap.
Secara hitungan kasar, 10 persen dari Rp2,6 triliun setara sekitar Rp260 miliar. Namun, angka tersebut bukan proyeksi SiLPA, karena besaran akhir masih bergantung pada realisasi belanja hingga penutupan tahun anggaran serta faktor lainnya.
“Serapan APBD kita sampai September ini tercapai 60 persen, mudahan tiga bulan tersisa ini bisa terealisasi 90 persen,” tutupnya.









