Persaingan Suku Bunga Ketat Antar Perbankan – bomindonesia.com

Persaingan Suku Bunga Ketat Antar Perbankan

- Redaksi

Kamis, 28 November 2024 - 17:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) oleh OJK pada kuartal IV/2024 menyebutkan ada beberapa responden yang menyatakan pesimis mencapai mencapai target pertumbuhan DPK sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2024.

Adapun, salah satu alasan yang disebutkan oleh responden dalam survei tersebut adalah adanya persaingan suku bunga yang cukup ketat antar bank. Di tambah, faktor pertumbuhan kelas menengah ke bawah yang masih terbatas sehingga pertumbuhan pendapatan melambat.

Perlu diakui, saat ini persaingan suku bunga tak hanya terjadi antar bank melainkan instrumen-instrumen lainnya. Sebut saja, instrumen mili BI bernama SRBI yang telah menjadi sorotan karena menawarkan imbal hasil hampir 7%.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati suku bunga acuan turun pada September lalu,  bunga simpanan perbankan nyatanya tak banyak terpengaruh. Alih-alih turun, bunga simpanan justru tercatat mengalami kenaikan untuk beberapa tenor.

Dalam laporan uang beredar Bank Indonesia (BI) per Oktober 2024, rata-rata suku bunga simpanan untuk tenor 3, 6 hingga 12 bulan yang naik masing-masing menjadi 5,53%, 5,58% dan 5,92%. Pada bulan sebelumnya, rata-rata bunga simpanan untuk tenor tersebut di level 5,52%, 5,55%, dan 5,89%.

Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan simpanan berjangka atau deposito yang mengalami perlambatan laju pertumbuhan. Di mana, pada Oktober 2024 tumbuh 5,1% YoY dari bulan sebelumnya yang mampu tumbuh 5,3% YoY.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Tahun Tring!: Pegadaian hadirkan Pengalaman Baru Bertransaksi Melalui ATM Emas Pertama di Seluruh Indonesia
Ahmad Yunani Optimistis Ekonomi Kalsel Tumbuh Lebih Kuat Meski Dolar AS Menguat
FKPWK Gandeng Pemko Banjarmasin, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding
Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi
Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan
FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WITA

Satu Tahun Tring!: Pegadaian hadirkan Pengalaman Baru Bertransaksi Melalui ATM Emas Pertama di Seluruh Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:02 WITA

Ahmad Yunani Optimistis Ekonomi Kalsel Tumbuh Lebih Kuat Meski Dolar AS Menguat

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:23 WITA

FKPWK Gandeng Pemko Banjarmasin, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:33 WITA

Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights