BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Forum Kota Sehat (FKS) Banjarmasin bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menggelar rapat koordinasi sebagai langkah strategis menghadapi verifikasi lapangan program Kota Sehat tahun 2025. Agenda ini akan menjadi tolok ukur penilaian pusat terhadap penyelenggaraan Kota Sehat periode 2023–2024. Kamis (18/9/2025)
Ketua FKS Banjarmasin, Fathurrahman, menegaskan bahwa proses verifikasi tidak sekadar formalitas, melainkan penilaian komprehensif terhadap sembilan tatanan kota sehat. “Mulai dari perilaku hidup sehat, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan pasar sehat akan dilihat secara nyata di lapangan,” ujarnya.
Tatanan Kota Sehat
Dalam proses verifikasi, sejumlah aspek menjadi fokus utama, di antaranya:
-
Pelayanan kesehatan dan pola hidup sehat masyarakat.
-
Pendidikan sehat, termasuk sekolah adiwiyata dan sekolah ramah lingkungan.
-
Pasar sehat, dengan standar kebersihan, bebas asap rokok, dan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Tim penilai terdiri dari unsur Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Bappenas. Sementara di daerah, persiapan teknis dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan, Bappeda, serta SKPD terkait.
Sinergi Multi-Sektor
Keterlibatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. Program sekolah sehat, misalnya, mendapat dukungan Dinas Pendidikan, sedangkan pembinaan pasar sehat dilaksanakan bersama Dinas Perdagangan, Perusahaan Daerah Pasar, dan pengelola pasar setempat.
“Pasar bersih, bebas asap rokok, serta memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik akan ditunjukkan sebagai indikator penting kepada tim pusat,” jelas Fathurrahman.
Inovasi Lokal untuk Kota Sehat
Banjarmasin juga memperkenalkan jamban sehat Tripikon-S Subarwakat sebagai inovasi ramah lingkungan. Teknologi ini menggunakan pipa paralon khusus agar limbah tidak mencemari sungai, sekaligus mendukung pencapaian status Open Defecation Free (ODF).
Lebih dari 80 persen kelurahan di Banjarmasin kini telah bebas dari praktik buang air besar sembarangan. Menurut Fathurrahman, capaian tersebut menunjukkan komitmen nyata masyarakat terhadap pola hidup sehat.
Harapan Raih Swasti Sabha Padapa
Hasil verifikasi lapangan akan menentukan apakah Banjarmasin layak memperoleh penghargaan Swasti Sabha Padapa, apresiasi pemerintah pusat bagi daerah yang berhasil menciptakan lingkungan sehat berkelanjutan.
“Sinergi Forum Kota Sehat, SKPD, dan Pokja Kelurahan Sehat telah melahirkan banyak inovasi. Dengan dukungan penuh masyarakat, kami optimistis Banjarmasin bisa meraih penghargaan tersebut,” tegas Fathurrahman.
Dengan persiapan matang dan kolaborasi menyeluruh, Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup warganya melalui implementasi prinsip kota sehat yang berkelanjutan.
Editor Sukmahid












