BOMINDONESIA.COM – Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah, datang setelah Muharram. Tapi sayangnya, masih banyak yang nganggep bulan ini “angker” alias bawa sial. Padahal dalam Islam, nggak ada tuh istilah bulan sial. Semua bulan itu mulia, tergantung gimana kita mengisinya.
Istilah “Safar” sendiri berasal dari bahasa Arab, yang berarti kosong. Ada juga yang ngartiin jadi warna kuning. Konon, zaman jahiliyah dulu orang-orang Arab biasa ninggalin rumah buat perang atau merampok pas Safar, jadi kampung mereka kosong melompong. Makanya, muncul kesan negatif soal bulan ini.
Ditambah lagi, zaman dulu ada mitos kalau Safar itu bulan penyakit perut, panas, dan berbagai kesialan. Tapi tenang aja, semua itu udah dibantah langsung sama Rasulullah SAW dalam hadits:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (takhayul), tidak ada kesialan karena burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.”
(HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad)
Artinya? Safar itu sama aja kayak bulan lain. Nggak ada yang perlu ditakutin. Justru jadi kesempatan emas buat kita nambah pahala dan ngedeketin diri ke Allah SWT.
Berikut ini beberapa amalan yang bisa kamu lakuin di bulan Safar biar hidup makin adem dan berkah:
1. Perbanyak Sedekah
Sedekah itu nggak harus nunggu hari Jumat atau bulan Ramadan. Di bulan Safar pun sangat dianjurkan. Bahkan Rasulullah pernah bilang:
“Setiap perbuatan baik adalah sedekah.”
(HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)
Mulai dari hal kecil aja: kasih makanan ke tetangga, bantu orang tua angkat barang, atau donasi ke masjid. Kebaikan sekecil apapun tetap dicatat sebagai amal.
2. Jalani Puasa Sunnah
Nggak ada puasa khusus di bulan Safar, tapi kamu bisa ambil kesempatan buat puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriyah). Selain nambah pahala, puasa juga bikin tubuh dan pikiran lebih sehat.
3. Baca Doa Perlindungan
Walaupun Rasulullah nggak ngajarin doa khusus buat Safar, ada satu doa yang disarankan para ulama, diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr RA:
اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Allahumma laa khaira illa khairuka wa laa thaira illa thairuka wa laa ilaaha ghairuka
Artinya: “Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali dari-Mu, tidak ada kesialan kecuali yang Engkau takdirkan, dan tidak ada sembahan selain Engkau.”
(HR Ahmad)
Baca doa ini kapan pun untuk minta perlindungan dari hal-hal buruk.
4. Rutin Ibadah Wajib & Sunnah
Bulan Safar bisa jadi momentum buat upgrade rutinitas ibadah. Jangan cuma salat wajib, tambahin juga salat sunnah kayak Dhuha, Tahajud, Witir, dan Rawatib. Konsisten dalam ibadah bikin hati lebih tenang dan hidup lebih bermakna.
5. Perbanyak Zikir & Doa
Zikir dan doa itu vitamin hati. Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
(QS Al-Ahzab: 41-42)
Kamu bisa mulai dari tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (laa ilaaha illallah). Jangan lupa istighfar juga, ya.
Anggapan Safar sebagai bulan sial itu cuma mitos. Nggak ada dasarnya dalam Islam. Justru kalau kita manfaatin dengan amalan baik, Safar bisa jadi bulan penuh berkah dan pahala.
Yuk, ubah mindset kita soal bulan Safar! Isi waktu dengan sedekah, doa, puasa sunnah, dan ibadah lainnya. Nggak ada bulan buruk, yang ada cuma kesempatan yang disia-siakan.
Redaksi Bomindonesia









