BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN– Ketua Dewan Pembina Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), H. Junaidi, mendorong digelarnya musyawarah besar atau “Aruh Ganal” warga Kalimantan sebagai wadah konsolidasi masyarakat menyongsong perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut H. Junaidi, pembangunan IKN di Kalimantan harus diikuti kesiapan masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil peran dalam berbagai sektor yang berkembang seiring pembangunan kawasan tersebut.
Pria yang juga membina Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menilai, momentum pembangunan IKN perlu dimanfaatkan untuk memperkuat sumber daya manusia, ekonomi daerah, serta menjaga keseimbangan lingkungan dan budaya masyarakat Kalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus siap merapatkan barisan menyongsong era baru ini. Saatnya seluruh pemangku kebijakan, kaum akademisi, aktivis pemuda hingga tokoh adat duduk satu meja. Kita perlu merumuskan visi bersama agar putra-putri daerah memiliki kompetensi untuk mengisi setiap pos strategis yang tercipta,” ujar H. Junaidi.
Junaidi mengatakan, konsolidasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai elemen masyarakat dari lima provinsi di Kalimantan.
Mulai dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara.
H. Junaidi menyebut terdapat tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian dalam forum tersebut.
Pertama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, peningkatan keahlian dan sertifikasi tenaga kerja lokal sehingga mampu bersaing dalam proyek nasional maupun industri turunannya.
Kedua, penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, pelaku UMKM dan pengusaha lokal perlu mendapat ruang lebih besar untuk masuk dalam rantai pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun ekosistem ekonomi yang berkembang di sekitar IKN.
Ketiga, menjaga keseimbangan ekologis dan kultural. Pertumbuhan ekonomi, kata dia, harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta kearifan lokal masyarakat Kalimantan.
Terkait lokasi pelaksanaan “Aruh Ganal”, H. Junaidi belum menentukan satu wilayah tertentu.


Menurutnya, penentuan tuan rumah dapat menjadi bagian dari pembahasan bersama sehingga seluruh provinsi memiliki rasa kepemilikan terhadap agenda tersebut.
Kalimantan Timur memiliki posisi strategis karena menjadi lokasi pembangunan IKN.
Sementara Kalimantan Selatan memiliki kedekatan dengan filosofi “Aruh Ganal” sekaligus posisi penting sebagai salah satu daerah penyangga logistik dan pangan.
Kalimantan Barat memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan, Kalimantan Tengah memiliki catatan sejarah terkait gagasan pemindahan ibu kota, sedangkan Kalimantan Utara berkembang dengan agenda industri dan energi hijau.
Melalui forum tersebut, FKPWK menargetkan lahirnya rumusan pemikiran bersama masyarakat Kalimantan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah, termasuk Otorita IKN dan pemerintah pusat.
H. Junaidi berharap “Aruh Ganal” nantinya tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi menghasilkan gagasan konkret mengenai peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan dan budaya Kalimantan.
Dengan demikian, pembangunan IKN diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat Kalimantan untuk berkembang dan menjadi bagian dari kemajuan nasional.
Penulis/Editor: Mercurius









