Kasus Pembunuhan Bidan di Kelayan, Encek Divonis Seumur Hidup – bomindonesia.com

Kasus Pembunuhan Bidan di Kelayan, Encek Divonis Seumur Hidup

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026 - 20:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Pembunuhan Bidan di Kelayan, Encek Divonis Seumur Hidup

Andi Yulianto alias Encek nampak kembali menghadiri sidang dengan agenda pembacaan vonis oleh majelis hakim (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM,BANJARMASIN–Majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin akhirnya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada

Andi Yulianto alias Encek, terdakwa kasus pembunuhan seorang bidan di kawasan Kelayan, Selasa (14/4/2026).

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang lanjutan yang dipimpin Ketua

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Majelis Hakim Irfannoor Hakim. Dalam amar putusannya, majelis menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup,” tegas ketua majelis saat membacakan putusan.

Saat sidang berlangsung, terdakwa terlihat tertunduk mendengar vonis tersebut.

Baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum Adhyaksa Putra sama-sama menyatakan menerima putusan majelis hakim.

Keluarga korban yang hadir di ruang sidang tampak lega atas putusan tersebut, mengingat beratnya perbuatan yang dilakukan terdakwa.

Dalam persidangan terungkap, peristiwa tragis itu terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025 malam di rumah sekaligus tempat praktik korban di Jalan Kelayan A Gang Antasari 2, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Terdakwa yang saat itu dililit masalah ekonomi sempat berupaya meminjam uang ke sejumlah orang, namun tidak berhasil.

Ia kemudian mendatangi rumah korban dengan membawa sebilah pisau sepanjang sekitar 30 sentimeter.

Dengan modus berpura-pura membeli obat, terdakwa juga sempat meminta pinjaman uang sebesar Rp500 ribu kepada korban. Namun permintaan tersebut ditolak.

Saat korban meninggalkan ruang praktik, terdakwa langsung melakukan penyerangan menggunakan pisau. Korban mengalami sejumlah luka tusuk hingga terjatuh.

Anak korban, Rina Mutia, yang berusaha memberikan pertolongan turut menjadi korban dan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Terdakwa sempat melarikan diri, namun kembali masuk ke dalam rumah dan kembali menyerang korban sebelum akhirnya kabur dari lokasi kejadian.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Sultan Suriansyah, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan.

Hasil visum et repertum memastikan korban meninggal akibat luka tusuk serius yang dialaminya.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Kalsel, Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026 Kedepankan E-TLE
Kejati Kalsel Tetapkan 3 Pejabat BKSDA jadi Tersangka Korupsi, Audit BPKP Ungkap Kerugian Rp5,6 M
Utang Rp5,7 Juta Berujung Maut, AS Habisi Nyawa Juhrani dan Kabur ke Kalteng, Ditangkap di Tabunganen
38 Jemaah Gagal Umrah, Pasutri Pemilik Travel Naila Syafaah Diseret ke Pengadilan
Sidang 64 Kg Sisik Trenggiling Digelar di PN Banjarmasin, Dua Terdakwa Terancam Pasal Berlapis
KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan BNPB, Adik Kepala Badan Ikut Terseret
Sinergi Bea Cukai – TNI dan AVSEC Ungkap 4,23 Juta Batang Rokok Ilegal dan 1,1 Kg Emas, Dandempom : Laporkan Jika ada Dugaan Keterlibatan Oknum
Babak Baru Kasus KM Virgo Transport 8, Nahkoda Ditetapkan Tersangka

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Kabut Asap Selimuti Kalsel, Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026 Kedepankan E-TLE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:41 WITA

Kejati Kalsel Tetapkan 3 Pejabat BKSDA jadi Tersangka Korupsi, Audit BPKP Ungkap Kerugian Rp5,6 M

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:12 WITA

Utang Rp5,7 Juta Berujung Maut, AS Habisi Nyawa Juhrani dan Kabur ke Kalteng, Ditangkap di Tabunganen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:08 WITA

38 Jemaah Gagal Umrah, Pasutri Pemilik Travel Naila Syafaah Diseret ke Pengadilan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:49 WITA

Sidang 64 Kg Sisik Trenggiling Digelar di PN Banjarmasin, Dua Terdakwa Terancam Pasal Berlapis

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights