Korban Gugur Bertambah, Bripda Nopandri Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan – bomindonesia.com

Korban Gugur Bertambah, Bripda Nopandri Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EVAKUASI KORBAN – Warga Desa Tumbang Lahang bersama tim gabungan bergotong royong mengevakuasi jasad Bripda Nopandri Ramadhana yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Katingan, Sabtu (4/7/2026). Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati agar jenazah tidak kembali hanyut terbawa derasnya arus sungai. (foto: istimewa/screenshot Instagram)

EVAKUASI KORBAN – Warga Desa Tumbang Lahang bersama tim gabungan bergotong royong mengevakuasi jasad Bripda Nopandri Ramadhana yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Katingan, Sabtu (4/7/2026). Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati agar jenazah tidak kembali hanyut terbawa derasnya arus sungai. (foto: istimewa/screenshot Instagram)

BOMINDONESIA.COM, KASONGAN – Kabar duka kembali menyelimuti jajaran Kepolisian Republik Indonesia.

Setelah dua hari pencarian, Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat operasi penindakan bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (4/7/2026).

Jasad Bripda Nopandri ditemukan warga di Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban ditemukan mengapung dan tersangkut di antara ranting bambu serta tumpukan kayu di tepian Sungai Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto membenarkan penemuan tersebut.

Menurutnya, personel Polres Katingan langsung menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga.

“Benar, salah satu personel kami atas nama Nopandri Ramadhana ditemukan.

Saat ini anggota kami masih menuju lokasi temuan,” ujar Kapolres sebagaimana dikutip dari RRI.

Dengan ditemukannya Bripda Nopandri, jumlah anggota Polri yang gugur dalam tragedi penindakan narkotika di Tumbang Kalemei bertambah menjadi dua orang.

Sebelumnya, Aipda Yudhi Perdana Putra lebih dulu dinyatakan gugur saat menjalankan tugas.

Sementara itu, satu personel lainnya, Aiptu Sumaryanto, hingga Sabtu malam masih belum ditemukan.

Tim gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas, TNI, BPBD, Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah, Brimob, serta masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Katingan.

Peristiwa tragis tersebut bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Operasi awalnya berjalan sesuai rencana dengan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku.

Namun situasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Kericuhan kemudian meluas setelah warga lain berdatangan ke lokasi hingga terjadi bentrokan dengan aparat.

Akibat insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.

Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto dilaporkan hilang di sekitar aliran Sungai Katingan.

Selain fokus melakukan pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto, aparat kepolisian juga terus memburu para pelaku penyerangan terhadap personel yang bertugas.

Sebelumnya, seorang pria berinisial A telah diamankan dan diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam tragedi berdarah yang terjadi saat operasi pemberantasan narkotika tersebut.

Penulis/Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bak Film Action, Warga Kejar Pengemudi CR-V Hitam Terduga Tabrak Lari di Banjarmasin hingga Martapura
Modus Potong Rambut Berujung Maut, Pasutri di Martapura Gorok Pemilik Salon Demi Cincin Emas
Perempuan 70 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Martapura
Demo #kalsellumpuh Berakhir Ricuh, Massa Mahasiswa Coba Terobos Pagar DPRD Kalsel
Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Ilegal, YLK Kalsel Soroti Bahaya tanpa Peringatan Kesehatan
Diduga Bakar Lahan 17 Borongan, Polres HSS Amankan Petani
Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Kejari HSU Dituntut KPK, Albertinus 5 Tahun 10 Bulan
Polda Kalsel Gagalkan Perdagangan Sisik 320 Trenggiling seberat 64 Kg

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:53 WITA

Modus Potong Rambut Berujung Maut, Pasutri di Martapura Gorok Pemilik Salon Demi Cincin Emas

Selasa, 1 September 2026 - 14:21 WITA

Perempuan 70 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Martapura

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:38 WITA

Demo #kalsellumpuh Berakhir Ricuh, Massa Mahasiswa Coba Terobos Pagar DPRD Kalsel

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:37 WITA

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Ilegal, YLK Kalsel Soroti Bahaya tanpa Peringatan Kesehatan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:02 WITA

Diduga Bakar Lahan 17 Borongan, Polres HSS Amankan Petani

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Kolam Kamboja Dikeruk Sekaligus Kembalikan Fungsi Ruang Retensi Air

Senin, 7 Sep 2026 - 19:18 WITA

Verified by MonsterInsights