BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN–Operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21, Sabtu (3/10/2026).
Hingga kini sebanyak 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 orang masih dinyatakan hilang.
Memasuki fase baru operasi, Tim SAR gabungan menghentikan sementara penyelaman ke dalam badan KM Virgo Transport 8 yang berada di kedalaman sekitar 27 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangkai kapal dan risiko keselamatan yang dihadapi para penyelam.
Sebagai gantinya, pencarian terhadap 55 korban yang masih hilang diperluas melalui penyisiran permukaan laut dan wilayah pesisir yang meliputi perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.
Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan arah arus, angin, gelombang serta kemungkinan pola hanyutan korban.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan penghentian sementara penyelaman bukan berarti operasi SAR dihentikan.
Perubahan strategi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan serta untuk memastikan keselamatan seluruh personel.
“Kita tidak ingin keselamatan penyelam menjadi korban berikutnya. Karena itu, setiap tindakan harus dilakukan berdasarkan perhitungan risiko yang matang,” kata Syafii.
Evaluasi operasi SAR hari ke-21 digelar di Ruang Rapat Barito, Kantor PT Pelindo Sub Regional 3 Kalimantan, Banjarmasin Barat, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Perhubungan, KSOP, Pelindo, Jasa Raharja serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam operasi sebelumnya, penyelam berhasil melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam badan kapal.
Dari 80 korban meninggal dunia yang telah ditemukan, sebanyak 50 jenazah berhasil dievakuasi melalui operasi penyelaman.
Namun, kondisi di dalam bangkai kapal semakin menyulitkan proses pencarian.
Tumpukan debris dan barang menghambat pergerakan penyelam, sementara jarak pandang sangat terbatas akibat sedimen dan reruntuhan.
Penyelam juga menghadapi potensi benda tajam, tumpahan minyak serta struktur kapal yang belum sepenuhnya stabil dan masih berpotensi mengalami perubahan kemiringan atau trim secara tiba-tiba.
Pada kedalaman sekitar 27 meter, keterbatasan pasokan gas juga membatasi waktu kerja efektif penyelam yang hanya sekitar 20 menit untuk setiap penyelaman.
Selain itu, sejak hari ke-19 tidak lagi ditemukan korban melalui sejumlah akses yang sebelumnya telah dibuka oleh tim penyelam.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi untuk menghentikan sementara pencarian langsung ke dalam badan kapal. Meski demikian, peluang pencarian di dalam badan kapal belum tertutup.
Di sisi lain, proses salvage atau pengangkatan dan stabilisasi bangkai kapal didorong untuk dipercepat. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses ke bagian kapal yang hingga kini belum dapat dijangkau tim penyelam.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah memberikan teguran kepada pihak pemilik kapal dan lembaga asuransi internasional terkait agar proses pengangkatan kapal segera dilakukan. Pihak pemilik KM Virgo Transport 8 menyatakan telah mempercepat persiapan teknis bersama lembaga asuransi internasional dan mitra pelaksana lokal.
“Kami berkomitmen penuh untuk memfasilitasi seluruh proses pengangkatan kapal ini guna mendukung upaya pencarian sisa korban di dalam badan kapal,” ungkap perwakilan pemilik KM Virgo Transport 8.
Syafii berharap proses pengangkatan dan stabilisasi bangkai kapal dapat segera direalisasikan sehingga bagian-bagian kapal yang belum dapat dijangkau bisa kembali diperiksa dengan kondisi yang lebih aman.
“Kami berharap proses pengangkatan dan stabilisasi bangkai kapal dapat segera dilakukan. Dengan kapal yang sudah distabilkan, akses untuk melakukan pencarian di bagian-bagian yang belum dapat dijangkau akan menjadi lebih memungkinkan,” katanya.
Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel terus melakukan proses identifikasi terhadap 80 jenazah yang telah dievakuasi.
Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem, meliputi pemeriksaan medis dan gigi, sidik jari, properti korban hingga pemeriksaan DNA.
Posko DVI Polda Kalsel tetap beroperasi mengingat masih terdapat 55 korban yang belum ditemukan.
Keluarga korban yang belum melengkapi data antemortem maupun belum memberikan sampel DNA diminta segera mendatangi Posko DVI di RS Bhayangkara atau Posko Utama Banjarmasin.
Kelengkapan data keluarga diperlukan untuk mempercepat proses identifikasi apabila kembali ditemukan korban, baik melalui penyisiran permukaan maupun setelah proses salvage dilakukan.
Memasuki hari ke-21, operasi SAR KM Virgo Transport 8 kini memasuki fase baru.
Penyelaman ke dalam badan kapal dihentikan sementara, pencarian permukaan diperluas hingga Kalsel, Kalteng dan Kalbar, sementara proses salvage didorong untuk segera membuka kembali akses ke bagian kapal yang belum dapat diperiksa.
Basarnas memastikan operasi pencarian terhadap 55 korban yang masih hilang tetap berjalan dengan mengedepankan keselamatan personel dan evaluasi terhadap setiap perkembangan di lapangan.
*/Editor: Mercurius









