BOMINDONESIA.COM – Harga Bitcoin baru saja mencetak rekor baru pada Jumat, 11 Juli 2025, dengan lonjakan yang membawa nilainya melampaui $116,900. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme di sektor makroekonomi dan momentum spekulatif, terutama setelah Presiden AS, Donald Trump, menyerukan pemotongan suku bunga. Situasi ini jelas menciptakan euforia di kalangan trader dan investor.
Sebelumnya, saat BTC menyentuh angka $113,000, pasar mengalami lonjakan likuidasi yang mengejutkan dengan total kerugian mencapai $652,7 juta dalam waktu 24 jam. Dari total tersebut, kerugian pada posisi short mencapai $579,27 juta, yang mencerminkan bahwa lebih dari 88% dari total likuidasi dialami oleh trader yang mempertaruhkan posisi short. Ini menunjukkan perilaku agresif para trader bullish yang optimis akan pergerakan harga Bitcoin.
Changpeng Zhao, mantan CEO Binance, ikut berbicara di tengah lonjakan harga Bitcoin. Ia memposting pesan penuh teka-teki di platform X, meskipun tengah menghadapi berbagai tantangan hukum dan pengawasan regulasi. Zhao tetap menjadi sosok sentral dalam komunitas crypto global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan tersebut berhasil menarik perhatian lebih dari 970.000 tampilan dalam waktu kurang dari 24 jam, dan banyak yang menafsirkan bahwa ini adalah dukungan terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang Bitcoin di tengah siklus pasar yang fluktuatif.









