Saksi Terkejut Proyeknya Kena OTT KPK, Fee 3 Persen Belum Dibayar

Saksi Terkejut Proyeknya Kena OTT KPK, Fee 3 Persen Belum Dibayar

- Redaksi

Jumat, 21 Maret 2025 - 01:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima saksi dihadirkan JPU KPK pada sidang lanjutan suap dan gratifikasi mantan Kadis PUPR Kalsel Solhan cs.(Foto Istimewa)

Lima saksi dihadirkan JPU KPK pada sidang lanjutan suap dan gratifikasi mantan Kadis PUPR Kalsel Solhan cs.(Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Direktur Utama Wiswani Karya Mandiri, Siswono Hadi, mengaku terkejut saat proyek Lapangan Sepak Bola yang dikerjakan menggunakan benderanya terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. “Saya terkejut juga, dan langsung meminta anak buah untuk mengeceknya,” ujarnya usai menjadi saksi dalam sidang lanjutan Solhan Cs di Pengadilan Tipikor, Kamis (20/3).

Siswono menjelaskan bahwa dalam dunia kontraktor, peminjaman perusahaan adalah hal biasa. Hal ini juga dilakukan Sugeng Wahyudi, kontraktor yang terjerat OTT KPK. Siswono mengaku dikenalkan kepada Sugeng oleh seorang teman karena perusahaannya dianggap memenuhi kualifikasi untuk proyek pembangunan Lapangan Sepak Bola Terpadu di Banjarbaru tahun 2024.

Setelah sepakat, Sugeng meminjam perusahaannya dengan janji memberikan fee 3 persen dari proyek. Ada juga perjanjian bahwa jika pekerjaan tidak selesai, peminjam wajib membayar Rp5 miliar.

“Namun sebelum fee dibayar, proyek ini bermasalah karena OTT KPK,” kata Siswono.

Selain Siswono, JPU KPK menghadirkan saksi lain, yakni Tri Yulianto (Direktur PT Hairadi Indo Utama), Hairusi Ramadhan (Direktur CV Bangun Banua Bersama), David (Direktur CV Berkah Ibu Zahra), dan Hasibi Rasidi (pegawai Bank Kalsel).

Saksi Hasibi mengungkapkan bahwa Sugeng Wahyudi memiliki rekening pribadi di Bank Kalsel cabang Martapura, di mana terdapat dana masuk Rp2 miliar lebih. Sugeng kemudian menarik Rp750 juta secara tunai dan mentransfer Rp1,6 miliar ke PT Jasa Abadi Mandiri.

Menurut JPU Mayer Simanjuntak, uang tunai Rp750 juta itulah yang kemudian diserahkan kepada terdakwa Yulianti setelah ditambah menjadi Rp1 miliar.”Uang itu diserahkan ke Yulianti di RM Kampung Kecil dan diduga sebagai suap,” ujar Mayer.

Baca Juga :  BREAKING NEWS ! Delta Force Disebut Tangkap Maduro, AS Umumkan Serangan ke Venezuela

Selain mantan Kadis PUPR Kalsel Ahmad Solhan, terdakwa lain dalam kasus ini adalah mantan Kabid Cipta Karya Yulianti Erlynah, Bendahara Rumah Tahfiz Darussalam H. Ahmad, dan eks Plt. Kabag Rumah Tangga Gubernur Kalsel, Agustya Febry.

Mereka diduga terlibat dalam suap tiga proyek Dinas PUPR Kalsel: pembangunan Samsat Terpadu senilai Rp22 miliar, kolam renang di Kawasan Olahraga Terintegrasi Kalsel senilai Rp9 miliar, serta lapangan sepak bola di kawasan yang sama dengan nilai Rp23 miliar.

bomindonesia

Penulis : Mercurius

Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lepas Kendali, Tongkang milik PT MBP Tabrak Kapal Kayu Muatan Pupuk hingga Tenggelam
Promosi ke Babel, Kombes Pol Adam Erwindi Tinggalkan Jejak Positif, Dikenal Komunikatif dan Responsif oleh Insan Pers Kalsel
Polri Hadir hingga Pelosok, Polda Kalsel Sebar 2.244 Paket Sembako untuk Warga Membutuhkan
Api Mengamuk Gegerkan Warga KS Tubun Gang 2 Damai
Api Mengamuk di Gang Family, Pemilik Rumah tak Sempat Selamatkan Barang
Viral Cosplay Tuyul di Banjarmasin Tengah Malam, Sekelompok Remaja Langsung Ditegur Polisi
BRI Banjarmasin Samudera Apresiasi Tuntutan Kasus Korupsi Kredit Fiktif di Unit Kuin Alalak
Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:50 WITA

Lepas Kendali, Tongkang milik PT MBP Tabrak Kapal Kayu Muatan Pupuk hingga Tenggelam

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:24 WITA

Promosi ke Babel, Kombes Pol Adam Erwindi Tinggalkan Jejak Positif, Dikenal Komunikatif dan Responsif oleh Insan Pers Kalsel

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:41 WITA

Polri Hadir hingga Pelosok, Polda Kalsel Sebar 2.244 Paket Sembako untuk Warga Membutuhkan

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:33 WITA

Api Mengamuk Gegerkan Warga KS Tubun Gang 2 Damai

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:48 WITA

Api Mengamuk di Gang Family, Pemilik Rumah tak Sempat Selamatkan Barang

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:29 WITA

Verified by MonsterInsights