BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Shinta W. Kamdani Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia menyebut sektor ritel dan fast moving consumer goods (FMCG) menjadi yang paling diuntungkan dari lonjakan aktivitas ekonomi menjelang dan selama Lebaran.
“Sektor ritel dan fast moving consumer goods (FMCG) menjadi yang paling terdorong momentum Lebaran,” ujarnya.
Menurut Shinta, peningkatan ini didorong oleh naiknya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga kebutuhan rumah tangga, baik yang bersifat esensial maupun musiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hal ini sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat signifikan menjelang dan selama periode Lebaran,” jelasnya.
Sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B) juga diperkirakan mengalami pertumbuhan kuat. Peningkatan konsumsi tidak hanya berasal dari kebutuhan rumah tangga, tetapi juga tradisi berbagi serta berbagai kegiatan sosial yang meningkat selama Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik turut mengalami lonjakan permintaan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Arus mudik dan distribusi barang menjadi faktor utama yang mendorong aktivitas di sektor ini.
“Melonjaknya mobilitas tidak hanya mendorong pergerakan orang, tetapi juga distribusi barang secara lebih intensif,” imbuhnya.
Dampak positif juga dirasakan oleh sektor pariwisata dan perhotelan, terutama melalui peningkatan perjalanan domestik dan aktivitas rekreasi selama masa libur lebaran.












