Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri – bomindonesia.com

Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital.

Indonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.

Dengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar — terbesar di ASEAN — dan diproyeksikan melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, Indonesia kini berada di titik krusial untuk mengubah potensi luar biasa ini menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Meutya menjelaskan Indonesia memiliki segala modal untuk menjadi penggerak utama kawasan.

Dengan 281 juta penduduk (hampir 40 persen populasi ASEAN), 220 juta pengguna internet, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta investasi asing langsung mencapai US$55 miliar tahun lalu, Indonesia siap memimpin.

“Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar US$100 miliar atau hampir sepertiga dari total kawasan. Namun, besarnya angka tidak otomatis berarti kekuatan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Indonesia mendorong strategi retensi nilai agar manfaat ekonomi digital lebih banyak tinggal dan beredar di dalam negeri.

Teknologi digital harus meningkatkan produktivitas dan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, nelayan, petani, serta pelaku usaha kecil.

“Sebagai contoh, nelayan kini bisa menjual hasil tangkapan langsung ke pasar melalui aplikasi dan mendapatkan pendapatan jauh lebih besar. Produsen kecil dapat menjangkau pelanggan di seluruh negeri bahkan kawasan tanpa perantara yang mengambil sebagian besar keuntungan. Inilah makna sebenarnya dari transformasi digital,” jelas Meutya.

Meutya Hafid menutup pernyataannya dengan pesan kuat bahwa nilai terbesar AI tidak terletak pada teknologinya, melainkan pada bagaimana kita memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soft Launching BGCC, Hadirkan Pusat Pelatihan dan Karir Global bagi Generasi Banua
FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
Vincent Gonadi Ahlinya Konsultan Bisnis yang Ekspert dan Profesional
Run dan Fun Walk Ramaikan HUT ke-20 Tahun Senwell Family di Banjar
Ditopang Modal Usaha KUR BRI, Pedagang Kecil di Banjarmasin Berhasil Tingkatkan Taraf Ekonomi Keluarga
BTN Luncurkan Layanan Digital yang Permudah Mendapatkan KPR

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:01 WITA

Soft Launching BGCC, Hadirkan Pusat Pelatihan dan Karir Global bagi Generasi Banua

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:00 WITA

Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:28 WITA

Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Ada Apa Ini! Aftahuddin dan Ananda Rebutan PMI Banjarmasin

Senin, 3 Agu 2026 - 20:32 WITA

Banjarmasin Bungas

Pulang Umroh, Yamin Langsung Lantik 7 Kepala SKPD

Senin, 3 Agu 2026 - 17:44 WITA

Verified by MonsterInsights