Semakin Melambat Rotasi Bumi, Fenomena Baru – bomindonesia.com

Semakin Melambat Rotasi Bumi, Fenomena Baru

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semakin Melambat Rotasi Bumi, Fenomena Baru

Semakin Melambat Rotasi Bumi, Fenomena Baru

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Fakta bahwa rotasi Bumi ternyata semakin melambat. Hal itu didasari penelitian terbaru. Akibatnya, panjang hari di planet ini bertambah, meskipun hanya dalam hitungan milidetik.

Studi yang dilakukan peneliti geofisika dari Wina dan Zurich menemukan dalam periode 2000 hingga 2020, panjang hari di Bumi meningkat sekitar 1,33 milidetik per abad.

Ini menjadi perlambatan rotasi tercepat sejak jutaan tahun lalu, ketika mastodon raksasa dan kucing bertaring pedang masih hidup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian tersebut memanfaatkan data paleoklimat, terutama perubahan permukaan laut global sejak periode Pliosen Akhir sekitar 3,6 juta tahun lalu.

Salah satu penulis studi, Benedikt Soja, profesor geodesi antariksa di ETH Zurich, mengatakan perlambatan ini berkaitan erat dengan perubahan iklim modern. “Kenaikan cepat dalam panjang hari ini menunjukkan bahwa laju perubahan iklim modern belum pernah terjadi setidaknya sejak Pliosen Akhir, sekitar 3,6 juta tahun lalu,” ujarnya, dikutip dari Gizmodo.

Ia menambahkan, fenomena ini kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas manusia. Peneliti menyebut fenomena tersebut sebagai redistribusi massa benua-lautan. Ketika lapisan es di kutub dan gletser pegunungan mencair, airnya mengalir ke laut dan menambah massa air di wilayah lintang rendah dekat khatulistiwa. Penambahan massa ini menciptakan hambatan tambahan yang memperlambat rotasi Bumi.

Rekan penulis penelitian, Mostafa Kiani Shahvandi dari Universitas Wina, menggambarkan fenomena tersebut seperti atlet seluncur es. “Seorang atlet seluncur akan berputar lebih lambat ketika ia merentangkan tangannya, dan lebih cepat ketika tangannya dekat dengan tubuh,” katanya.

Untuk menghitung perubahan ini, para peneliti menggunakan data fluktuasi permukaan laut yang diperoleh dari fosil organisme laut mikroskopis bercangkang bernama benthic foraminifera.

Dari komposisi kimianya, ilmuwan dapat menelusuri perubahan permukaan laut dan kemudian menghitung dampaknya terhadap panjang hari di Bumi.

Penelitian ini juga menggunakan metode kecerdasan buatan baru yang disebut Physics-Informed Diffusion Model (PIDM), yang menggabungkan pembelajaran mesin dengan hukum fisika untuk memproses data paleoklimat yang sangat kompleks.

Meski perubahan panjang hari hanya dalam hitungan milidetik, dampaknya dinilai tetap penting. Rotasi Bumi dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pergerakan inti planet, tekanan atmosfer, hingga orbit Bulan.

Namun ke depan, perubahan iklim diperkirakan menjadi faktor yang semakin dominan. “Pada akhir abad ke-21, perubahan iklim diperkirakan akan memengaruhi panjang hari bahkan lebih kuat dibandingkan pengaruh Bulan,” imbuhnya.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMAN 12 Banjarmasin Raih Apresiasi NASA, FKPWK Bangga Prestasi Anak Banua
Sosok Anton Afinogenov, Pengawal Pribadi Vladimir Putin yang Viral Disebut “Mayor Teddy” Versi Rusia
Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar
Lebih 6.000 WNI Tertahan di Luar Negeri
Bazar Makanan Halal dan Semarak Ramadan di Distrik Xicheng
Minta Warga Israel di Dekat Perbatasan Mengungsi
Cek Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:12 WITA

Siswa SMAN 12 Banjarmasin Raih Apresiasi NASA, FKPWK Bangga Prestasi Anak Banua

Senin, 15 Juni 2026 - 01:48 WITA

Sosok Anton Afinogenov, Pengawal Pribadi Vladimir Putin yang Viral Disebut “Mayor Teddy” Versi Rusia

Senin, 25 Mei 2026 - 23:12 WITA

Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:44 WITA

Semakin Melambat Rotasi Bumi, Fenomena Baru

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:08 WITA

Lebih 6.000 WNI Tertahan di Luar Negeri

Berita Terbaru

Bunda PAUD Neli Rangkul Warga Wajibkan Anak Satu Tahun Pra Sekolah

Banjarmasin Bungas

Bunda PAUD Neli Rangkul Warga Wajibkan Anak Satu Tahun Pra Sekolah

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:44 WITA

Verified by MonsterInsights