UMP Jakarta Rp5,72 Juta Ditolak Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia – bomindonesia.com

UMP Jakarta Rp5,72 Juta Ditolak Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja Pabrik Giat Bekerja dengan Gaji Sesuai Ketentuan

Pekerja Pabrik Giat Bekerja dengan Gaji Sesuai Ketentuan

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak kenaikan upah minimum provinsi DKI Jakarta menjadi Rp 5.729.876. Serikat buruh mengkritik UMP Jakarta yang lebih rendah dari Bekasi dan Karawang, Jawa Barat.

“Kami menolak. Saya ulangi, KSPI dan Partai Buruh menolak kenaikan upah minimum DKI Jakarta Tahun 2026 yang ditetapkan dengan indeks 0,75 sehingga UMP-nya hanya Rp 5,73 juta,” kata Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).

Said mengatakan seluruh aliansi buruh DKI Jakarta telah menyepakati tuntutan agar Gubernur DKI Jakarta menetapkan upah minimum sebesar 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Said menyebut nilai 100 persen KHL versi Kementerian Ketenagakerjaan adalah Rp 5,89 juta per bulan. Dia menyebut terdapat selisih sekitar Rp 160 ribu dari UMP yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selisih Rp 160 ribu itu sangat berarti bagi buruh. Itu bisa untuk makan, transportasi, atau kebutuhan dasar lainnya,” ujar Said Iqbal.

Said menyebut UMP DKI Jakarta menjadi lebih rendah dibanding UMK Kabupaten Bekasi dan Karawang yang telah mencapai sekitar Rp 5,95 juta.

“Apakah masuk akal upah minimum Jakarta lebih rendah dari Bekasi dan Karawang, sementara biaya hidup Jakarta jauh lebih mahal?” katanya.

Said juga menyoroti pernyataan Gubernur DKI Jakarta yang menyebut adanya tiga insentif-transportasi, air bersih, dan BPJS. Said menilai insentif tersebut bukan bagian dari upah, tidak diterima langsung oleh buruh, dan memiliki kuota terbatas karena bergantung pada APBD.

“Buruh di Jakarta lebih dari satu juta orang. Tidak mungkin semua menerima insentif itu. Jadi itu bukan solusi,” imbuh Said Iqbal.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Peserta Ikuti Baptisan di Hari Kedua Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa
Jalan Menuju Kebahagiaan, Saksi-Saksi Yehuwa Gelar Pertemuan Regional di Palangka Raya
Kartu KIS dan Infrastruktur Jembatan Dikeluhkan Warga Telawang dan Basirih, Ini Reses Saut Samosir
Aspirasi Warga di Reses Saut Samosir, Permasalahan Sosial Mengemuka
Ratusan Anak Banjarmasin Ikuti Sunatan Massal Dinkes Banjarmasin
Penutupan Police Expo 2026 Meriah, Tim Mobile Legends Polres Tanah Bumbu Melaju ke Kapolri Cup 2026
CFD Banjarmasin Makin Meriah, Pasar Murah Polda Kalsel Diserbu Warga
Kupas Tuntas Praktik Peradilan Pidana, Bujino A. Salan Luncurkan Buku Referensi Berbasis KUHP Baru

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:16 WITA

Delapan Peserta Ikuti Baptisan di Hari Kedua Pertemuan Regional Saksi-Saksi Yehuwa

Senin, 27 Juli 2026 - 13:40 WITA

Jalan Menuju Kebahagiaan, Saksi-Saksi Yehuwa Gelar Pertemuan Regional di Palangka Raya

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WITA

Kartu KIS dan Infrastruktur Jembatan Dikeluhkan Warga Telawang dan Basirih, Ini Reses Saut Samosir

Senin, 13 Juli 2026 - 13:37 WITA

Aspirasi Warga di Reses Saut Samosir, Permasalahan Sosial Mengemuka

Senin, 29 Juni 2026 - 14:41 WITA

Ratusan Anak Banjarmasin Ikuti Sunatan Massal Dinkes Banjarmasin

Berita Terbaru

AIR MATA MALDINI – Paolo Maldini tak kuasa menahan tangis saat menggotong peti jenazah Franco Baresi dalam prosesi pemakaman di Basilika Sant'Ambrogio, Milan. Ribuan Milanisti dan legenda sepak bola dunia mengantar kepergian sang

Halo Internasional

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi

Kamis, 6 Agu 2026 - 13:35 WITA

Banjarmasin Bungas

Banjarmasin Cetak 47 Fotografer Bersertifikat Nasional

Rabu, 5 Agu 2026 - 22:22 WITA

Verified by MonsterInsights