BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Pemkot Banjarmasin mencatat ada sekitar 15 ribu warga miskin yang terdata di Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Namun tak semua warga miskin mendapatkan bantuan sosial.
Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Nuryadi, menyampaikan sedikitnya hanya ada 44 persen yang tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos).
Dari data tersebut, menunjukkan bahwa tak semua warga miskin bisa mendapatkan bantuan dari negara. Bentuk bantuan, seperti sembako dan bantuan tunai.
Namun, ia mengakui belum memiliki data rinci mengenai jenis dan jumlah bantuan yang diterima oleh masing-masing warga.
“Untuk rinciannya belum tahu pasti. Namun yang jelas jumlah penerimanya cukup banyak di Banjarmasin,” ungkapnya pada Selasa (05/08/2025).
Meskipun jangkauan Bansos belum menyeluruh, Nuryadi mengklaim penyaluran bantuan selama ini sudah tepat sasaran. Hal ini, menurutnya, dibuktikan dengan tidak adanya laporan penyalahgunaan.
”Sebelumnya sudah dilakukan verifikasi lapangan, bahkan dari Kementerian Sosial juga turut memverifikasi data penerima,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Dinsos tidak akan ragu untuk mencabut hak penerima Bansos jika ditemukan penyalahgunaan atau ketidaksesuaian data. Bantuan tersebut akan segera dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan.
“Kalau ketahuan, ya tentu bisa dicabut. Kami akan segera alihkan bantuannya,” tegasnya.
Nuryadi pun mengimbau para penerima bantuan untuk menggunakan Bansos dengan bijak sesuai peruntukannya, agar bantuan ini benar-benar bisa meringankan beban hidup.
“Manfaatkan bantuan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya,” pungkasnya.
Editor : Hamdani














