Mengenang Tjahyo Wisanggeni, Putra Mantan Jaksa Agung yang Menjadi Shredder Legendaris Indonesia – bomindonesia.com

Mengenang Tjahyo Wisanggeni, Putra Mantan Jaksa Agung yang Menjadi Shredder Legendaris Indonesia

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tjahyo Wisanggeni (Foto Source FB / Istimewa)

Tjahyo Wisanggeni (Foto Source FB / Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Di penghujung era 1980-an, nama Eet Syahrani begitu bersinar hingga dijuluki sebagai “Eddie Van Halen”-nya Indonesia.

Namun di balik popularitas itu, ada satu gitaris muda dengan kemampuan yang tak kalah dahsyat, tetapi perjalanan kariernya tidak seberuntung Eet.

Sosok itu adalah Tjahyo Wisanggeni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 21 September 1965, Tjahyo merupakan putra pasangan Sukarton Marmosudjono, yang pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia, dan Lastri Fardani.

Permainan gitarnya dikenal sangat dipengaruhi oleh para maestro dunia seperti Yngwie J. Malmsteen, Steve Vai, Jason Becker, hingga Michael Brecker.

Teknik sweep picking, kecepatan jemari, serta harmoni yang kuat menjadikan Tjahyo sebagai salah satu gitaris shred terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Pada 1992, ia merilis album solo instrumental bertajuk From the Other Side yang berisi delapan lagu.

Album tersebut mendapat apresiasi dari kalangan pecinta musik rock karena menyuguhkan permainan gitar yang kompleks dengan melodi yang kuat dan penuh karakter.

Setahun kemudian, Tjahyo membentuk grup Nosferatu, sebuah band beraliran thrash metal.

Formasi band ini terbilang istimewa dengan bergabungnya bassist Ricky Wolking (King Sheeba, Red Satyr, Slam), drummer asal Amerika Serikat Mark Bistany (Impellitteri), serta vokalis Agus Lasmono.

Pada 1994, Nosferatu merilis album penuh berjudul Visible but Untouched melalui Musica Production dalam format kaset.

Album tersebut memuat 10 lagu, di antaranya Thermal Destruction, World of Policy, Taste Like Chicken, serta sejumlah lagu lain yang memperlihatkan kualitas musik metal Indonesia pada era tersebut.

Meski namanya tak setenar sejumlah gitaris rock lain di masanya, Tjahyo Wisanggeni tetap dikenang sebagai salah satu virtuoso gitar Indonesia yang memiliki teknik bermain kelas dunia.

Tjahyo Wisanggeni mengembuskan napas terakhir pada 28 Juli 2020, namun karya dan permainan gitarnya masih dikenang para penikmat musik rock dan metal Indonesia hingga kini.

*/ Editor Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BlackStone Luncurkan Mini Album “Suara Dunia Karya Kita”, Connie Dio dan Legenda Rock Banua Satu Panggung
Ribuan Warga Padati Bundaran Besar Palangka Raya, Pasha Ungu Guncang Huma Betang Night
Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman
Delapan Tahun Penantian, Akhirnya Guns N’ Roses Kembali ke Jakarta
Demam Piala Dunia Kian Terasa, Arief dan Memet Mulai Susun Jadwal Begadang
Polri dan Warga Satu Layar, Polresta Banjarmasin Gelar Nobar Piala Dunia 2026
Anika Nilles Curi Perhatian di Konser Reuni Rush, Sukses Isi Posisi Legendaris Neil Peart
Guru tak Percaya, Bocah Ini Buktikan Superman Benar Pamannya

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:09 WITA

Mengenang Tjahyo Wisanggeni, Putra Mantan Jaksa Agung yang Menjadi Shredder Legendaris Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 - 02:48 WITA

BlackStone Luncurkan Mini Album “Suara Dunia Karya Kita”, Connie Dio dan Legenda Rock Banua Satu Panggung

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:23 WITA

Ribuan Warga Padati Bundaran Besar Palangka Raya, Pasha Ungu Guncang Huma Betang Night

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:08 WITA

Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:46 WITA

Delapan Tahun Penantian, Akhirnya Guns N’ Roses Kembali ke Jakarta

Berita Terbaru

Taman Kamboja Bakal Jadi Alun-Alun Kota yang Dilengkapi Joging Track

Banjarmasin Bungas

Taman Kamboja Bakal Jadi Alun-Alun Kota yang Dilengkapi Joging Track

Sabtu, 18 Jul 2026 - 22:55 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

‘Banyu Sudah Masin’, Zulbadi Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Air Bersih

Jumat, 17 Jul 2026 - 19:52 WITA

Verified by MonsterInsights