BOMINDONESIA.COM, BEIJING – Industri robotika China telah tumbuh dengan pesat. Miliaran penduduk China yang menyaksikan acara televisi gala Chūnjié Wǎnhuì atawa Festival Musim Semi yang ditayangkan stasiun CCTV menjadi saksi.
Acara yang setiap tahunnya ditayangkan di malam Imlek tersebut menampilkan perkembangan industri mutakhir negara tersebut. Empat perusahaan rintisan robot humanoid yang sedang berkembang, yakni Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab, mendemonstrasikan produk mereka di gala tersebut.
Sekadar informasi, gala Festival Musim Semi merupakan acara televisi China yang paling banyak disaksikan masyarakat China. Kepopuleran acara ini sama seperti Super Bowl di Amerika Serikat (AS) atau Kohaku Uta Gassen di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga sketsa pertama program tersebut menampilkan robot humanoid secara menonjol. Salah satunya demonstrasi seni bela diri yang panjang, di mana lebih dari selusin robot humanoid Unitree melakukan rangkaian pertarungan yang canggih dengan mengayunkan pedang, tongkat, dan nunchaku di dekat para pemain anak-anak.
Dalam pertarungan tersebut, para robot humanoid menampilkan gerakan-gerakan yang sulit, di antaranya gerakan tinju mabuk ala drunken master. Ini membuktian robot China telah memiliki koordinasi dan keseimbangan yang baik, serta memiliki sistem pemulihan kesalahan, yang memungkinkan robot bangkit setelah jatuh.
Sketsa pembuka program tersebut juga menampilkan chatbot akal imitasi (AI) Bytedance, Doubao. Sementara empat robot humanoid Noetix muncul bersama aktor manusia dalam sketsa komedi. Robot MagicLab melakukan tarian sinkronisasi dengan para penampil manusia, dengan iringan lagu We Are Made in China.









