BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Keluhan warga atas pemadaman listrik semakin memuncak. Tak sedikit warga mengalami kerugian atas ketergantungannya listrik untuk usahanya.
Keluhan pun muncul diberbagai akun sosmed dan kondisi itu membuat Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat.
Atas instruksi Wali Kota H. Muhammad Yamin HR, Sekda Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mendatangi langsung kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemko Banjarmasin datang membawa suara masyarakat yang resah akibat pemadaman yang berlangsung hingga 5–6 jam dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pertemuan tersebut, Sekda menegaskan agar PLN bergerak cepat dan responsif mengatasi krisis kelistrikan ini.
Ada empat tuntutan tegas yang disampaikan Pemko Banjarmasin kepada PLN. Pertama yakni percepat Perbaikan. Pemko minta segera selesaikan gangguan teknis pada unit pembangkit.
Kemudain terkai informasikan secara transparan jadwal pemadaman, wilayah terdampak, dan estimasi pemulihan kepada masyarakat.
Kemudian meminta PLN meminimalkan durasi dan cakupan pemadaman agar tidak semakin memberatkan aktivitas warga.
Dan terakhir yakni memastikan fasilitas umum dan pelayanan publik tetap mendapat pasokan listrik utama.
”Pak Wali Kota memahami adanya kendala teknis di PLN, tetapi masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kelistrikan yang baik. Kami minta penanganan dipercepat,” tegas Sekda Ichrom Muftezar.
Menanggapi desakan tersebut, Manajer PT PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menjelaskan bahwa masalah utama berada di unit pembangkitan, bukan pada jaringan distribusi kota.
Pemadaman bergilir terpaksa dilakukan untuk mencegah terjadinya pemadaman total (blackout) yang proses pemulihannya bisa memakan waktu hingga 24 jam.
Ia bilang, PLN berkomitmen untuk memangkas durasi pemadaman secara bertahap.
Mulai Pekan Ini (Rabu–Sabtu): Pembangkit yang selesai diperbaiki mulai masuk sistem. Durasi padam dipangkas dari 5–6 jam menjadi sekitar 3 jam.
Kemudian pada 5–10 Agustus 2026, tambahan daya dari pembangkit lain kembali masuk, sehingga durasi padam makin berkurang.
Serta minggu kedua Agustus 2026, seluruh unit pembangkit ditargetkan beroperasi penuh dan sistem kelistrikan Banjarmasin kembali normal total.
“Saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besar kepada pelanggan. Mohon dukungan dan juga kami harap para pelanggan juga bisa mengurangi pemakaian listriknya. Kami mohon dukungan dan mohon juga pengertiannya,” tutupnya.









