BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin tahun ini terpaksa melepas 174 pegawainya karena menjalani purna tugas. Kondisi tersebut ternyata menimbulkan persepsi antara hilangnya SDM dan penghematan.
Kepala BKDSDM Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menyampaikan, sejumlah 174 ASN yang purna tugas tentu berdampak pada berkurangnya SDM dan mempengaruhi kinerja SKPD.
Hal tersebut diperparah dengan minimnya rekrut ASN yang tahun ini tidak ada penambahan dari pusat. Bahkan tahun depan Totok pun tak yakin pemerintah pusat membuka pendaftaran calon pegawai negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bila berharap yang mutasi, tahun ini hanya ada 16 ASN yang datang dari Kalsel-teng.
“Kondisi seperti ini kita hanya bisa memaksimalkan SDM yang ada dan menunggu kepastian rekrutmen dari pusat,” ucapnya.
Meskipun demikian, bila dihitung 174 ASN yang purna tugas dan tak seimbang dengan yang masuk, Pemkot ternyata bisa menghemat duit sekitar Rp 2-3 Miliar dari belanja pegawai.
Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo menyampaikan, bahwa sejumlah pegawai yang purna tugas itu rata-rata menerima sekitar Rp 15 juta hasil dari tunjangan kinerjanya. Itu kalkulasikan mulai eselon IV, lll dan ll.
Jika dijumlah maka bisa menghemat sekitar Rp 2-3 miliar. Kendati ada yang mutasi berjumlah 16 ASN itu, ujar Edy tinggal dikurangi lagi dari jumlah yang pensiun.
“Jumlah pensiun 174 dikurang 16 yang mutasi, nah sisanya itu Pemko telah hemat sekitar 2 miliar lebih,” ujarnya.









