Sengketa Gadai Ruko Rp750 Juta, Eksepsi Notaris Henny Rupianti Ditolak Hakim – bomindonesia.com

Sengketa Gadai Ruko Rp750 Juta, Eksepsi Notaris Henny Rupianti Ditolak Hakim

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 00:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa Henny Rupianti SH, seorang notaris yang didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan kini harus duduk di kursi pesakitan.
(Foto Istimewa)

Terdakwa Henny Rupianti SH, seorang notaris yang didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan kini harus duduk di kursi pesakitan. (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp750 juta yang menjerat notaris Henny Rupianti SH berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin menolak eksepsi atau keberatan yang diajukan penasihat hukum terdakwa.

Majelis menilai surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah memenuhi ketentuan formil dan materiil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putusan sela tersebut dibacakan dalam persidangan, Selasa (15/9/2026), yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Irfannoor Hakim SH MH.

Dalam pertimbangannya, majelis menyatakan surat dakwaan JPU Nasden Kahfi telah mencantumkan tanggal dan tanda tangan Penuntut Umum serta menguraikan dugaan tindak pidana secara jelas dan lengkap.

Uraian dalam dakwaan tersebut meliputi waktu dan tempat kejadian, cara perbuatan dilakukan, keterlibatan terdakwa hingga akibat yang ditimbulkan.

Majelis hakim juga menegaskan, persoalan mengenai apakah Henny benar melakukan perbuatan yang didakwakan, sejauh mana keterlibatannya, serta apakah terdakwa mengetahui dan turut berperan dalam rangkaian peristiwa tersebut merupakan materi pokok perkara.

Hal itu, menurut majelis, harus dibuktikan melalui pemeriksaan persidangan dan bukan menjadi bagian dari persoalan formil surat dakwaan.

“Siapa yang melakukan perbuatan, kapan terdakwa melakukannya, sejauh mana keterlibatan terdakwa, serta apakah terdakwa mengetahui dan berperan dalam rangkaian perbuatan tersebut merupakan materi pokok perkara,” demikian pertimbangan majelis hakim.

Dengan pertimbangan tersebut, eksepsi penasihat hukum terdakwa dinyatakan tidak memiliki alasan hukum yang cukup untuk diterima.

Perkara Nomor 540/Pid.B/2026/PN Bjm selanjutnya dinyatakan dapat dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara.

Berawal dari Transaksi Gadai Ruko

Dalam dakwaan JPU, Henny didakwa terlibat dalam transaksi gadai sebuah ruko yang disebut berujung pada kerugian korban sebesar Rp750 juta.

Perkara tersebut bermula pada 11 Februari 2025. Saat itu Henny berkomunikasi dengan saksi Reza Fahrony terkait pengurusan dokumen notariil.

Henny disebut meminta bantuan untuk mencarikan pinjaman sebesar Rp750 juta yang diklaim akan digunakan untuk biaya balik nama sebuah ruko di Jalan A Yani Km 5,7 Nomor 7, Banjarmasin.

Ruko tersebut kemudian disebut dijadikan jaminan.

Terdakwa juga dikatakan menyampaikan bahwa sertifikat ruko berada dalam penguasaannya.

Reza selanjutnya mempertemukan Henny dengan Ahmad Jhon Kenedy di kantor notaris terdakwa di Jalan Adhyaksa Raya, Banjarmasin Utara.

Dalam pertemuan itu turut hadir Stevani Carolina Torar alias Vani bersama suaminya, Fahmi Suseno, yang saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Pada 16 Februari 2025, para pihak kembali bertemu di Rumah Makan Sultan Seafood sebelum menuju kantor notaris Henny.

Di tempat tersebut dilakukan penandatanganan surat perjanjian gadai ruko.

Dalam dakwaan, Henny disebut menyampaikan bahwa ruko tersebut merupakan milik Vani.

Percaya dengan keterangan tersebut, Ahmad Jhon Kenedy kemudian menyerahkan uang gadai sebesar Rp750 juta melalui transfer ke rekening Bank Mandiri atas nama Henny Rupianti.

JPU menyebut uang tersebut kemudian digunakan dengan rincian Rp530 juta untuk kepentingan terdakwa, sedangkan Rp220 juta ditransfer kepada Stevani Carolina Torar.

Posisi Henny sebagai notaris disebut turut membuat korban percaya terhadap transaksi tersebut.

Korban meyakini terdakwa memahami legalitas jual beli tanah dan bangunan.

Namun persoalan muncul ketika korban meminta kunci ruko.

Kunci yang diserahkan ternyata tidak dapat digunakan untuk membuka ruko yang menjadi objek gadai.

Korban kemudian melakukan pengecekan kepada pihak keluarga pemilik ruko, termasuk ahli waris H. Barlian.

Dari pengecekan tersebut, korban mendapat informasi bahwa ruko di Jalan A Yani Km 5,7 Nomor 7 Banjarmasin belum pernah dijual oleh pemiliknya.

Akibat transaksi tersebut, korban disebut mengalami kerugian sebesar Rp750 juta.

JPU mendakwa Henny dengan dakwaan alternatif.

Dakwaan pertama terkait dugaan penipuan sebagaimana Pasal 378 KUHP berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sedangkan dakwaan kedua terkait dugaan penggelapan sebagaimana Pasal 372 KUHP berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 486 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Perkara tersebut kini memasuki pemeriksaan pokok perkara.

Seluruh dugaan yang didakwakan terhadap Henny masih harus dibuktikan dalam persidangan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perusahaan Dipinjam untuk Proyek Disdik Banjarmasin, Dedi Akui Terima Fee Puluhan Juta dari TAN
Viral! Diduga Aktivitas Tambang Emas Ilegal dengan Excavator Resahkan Warga Desa Pa’au
Bak Film Action, Warga Kejar Pengemudi CR-V Hitam Terduga Tabrak Lari di Banjarmasin hingga Martapura
Modus Potong Rambut Berujung Maut, Pasutri di Martapura Gorok Pemilik Salon Demi Cincin Emas
Perempuan 70 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Martapura
Demo #kalsellumpuh Berakhir Ricuh, Massa Mahasiswa Coba Terobos Pagar DPRD Kalsel
Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Ilegal, YLK Kalsel Soroti Bahaya tanpa Peringatan Kesehatan
Diduga Bakar Lahan 17 Borongan, Polres HSS Amankan Petani

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 00:24 WITA

Perusahaan Dipinjam untuk Proyek Disdik Banjarmasin, Dedi Akui Terima Fee Puluhan Juta dari TAN

Rabu, 16 September 2026 - 00:16 WITA

Sengketa Gadai Ruko Rp750 Juta, Eksepsi Notaris Henny Rupianti Ditolak Hakim

Kamis, 10 September 2026 - 11:59 WITA

Viral! Diduga Aktivitas Tambang Emas Ilegal dengan Excavator Resahkan Warga Desa Pa’au

Minggu, 6 September 2026 - 23:04 WITA

Bak Film Action, Warga Kejar Pengemudi CR-V Hitam Terduga Tabrak Lari di Banjarmasin hingga Martapura

Sabtu, 5 September 2026 - 18:53 WITA

Modus Potong Rambut Berujung Maut, Pasutri di Martapura Gorok Pemilik Salon Demi Cincin Emas

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Jelang Rakor Desember, SMSI Kalsel Dorong Konsolidasi dan Kejar Target Program

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:46 WITA

Banjarmasin Bungas

Dinkes Banjarmasin Intens Tangani Korban Kecelakaan KM Virgo 08

Senin, 14 Sep 2026 - 18:17 WITA

Verified by MonsterInsights