BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Drummer muda sekaligus produser musik asal Kalimantan Selatan, Yandi Pratama, berbagi rasa haru dan kebanggaannya jelang konser Dewa 19 feat All Stars yang menghadirkan gitaris dunia Steve Vai, bassis virtuoso Billy Sheehan, dan vokalis legendaris Eric Martin (Mr. Big).
Melalui akun Instagram pribadinya, Yandi menyebut pertemuannya dengan para musisi dunia tersebut sebagai momen yang tak ternilai.
“Ini benar-benar haru, pencapaian ulun di musik sampai pulang. Sejarah dalam musisi Kalimantan bisa ketemu dengan Dewa gitar dunia Steve Vai, Billy Sheehan, dan Eric Martin. Terima kasih Om Ahmad Dhani, Mas Agung Gimbal (drummer Dewa 19), Mas Rere (Drummer Grass Rock) yang sudah mempertemukan dengan idola para musisi,” tulisnya usai menyaksikan latihan bersama Dewa 19 feat All Stars di sebuah studio musik di Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yandi menambahkan, banyak musisi di Banua yang bermimpi bisa bertemu langsung dengan idola dunia. “Termasuk dalam sejarah musik di Banua bisa bertemu Steve Vai, Billy Sheehan, dan Eric Martin. Mungkin dalam sejarah sekalimantan, ulun yang berkesempatan ada foto bareng dengan mereka,” ujarnya saat dihubungi.

Siapa Steve Vai, Billy Sheehan, dan Eric Martin?
Steve Vai dikenal sebagai salah satu gitaris paling berpengaruh di dunia dengan gaya permainan teknis, kompleks, dan penuh ekspresi. Ia pernah bergabung dengan band legendaris Whitesnake serta merilis album solo yang jadi rujukan gitaris dunia.
Billy Sheehan adalah bassis virtuoso asal Amerika Serikat, yang dikenal lewat band Mr. Big, The Winery Dogs, hingga berbagai proyek musik kelas dunia. Gaya permainannya yang cepat dan penuh teknik tapping membuatnya dijuluki “Eddie Van Halen-nya bass.”
Sementara itu, Eric Martin adalah vokalis utama Mr. Big yang suaranya khas dan penuh energi. Ia menjadi bagian penting dalam perjalanan musik rock dunia lewat lagu-lagu hits seperti To Be With You.
Kehadiran tiga legenda dunia itu di konser Dewa 19 feat All Stars menjadi peristiwa besar, bukan hanya bagi penggemar Dewa 19, tetapi juga bagi musisi tanah air yang bisa belajar langsung dari maestro internasional.
Penulis/Editor: Mercurius









