Atasi Masalah Gas Melon Yang Rumit Dengan HET Tersendiri – bomindonesia.com

Atasi Masalah Gas Melon Yang Rumit Dengan HET Tersendiri

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 19:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atasi Masalah Gas Melon Yang Rumit Dengan HET Tersendiri

Atasi Masalah Gas Melon Yang Rumit Dengan HET Tersendiri

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Persoalan gas elpiji 3 kg seperti tak pernah berhenti. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pun bakal mencoba menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tersendiri di sub pangkalan gas elpiji 3 kilogram.

 

Bila HET pada umumnya Rp 18.500, maka HET tersendiri di Kota Banjarmasin akan ditetapkan lebih besar yakni sekitar Rp 25.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banajrmasin, Ichrom Muftezar menyampaikan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyatukan persepsi dengan adanya inisiasi penetapan HET di tingkat sub pangkalan.

 

Cara itu dinilai efektif, kemungkinan tidak ada lagi permainan distribusi gas melon hingga menimbulkan kelangkaan dan melambungnya harga di tengah masyarakat.

 

Sub pangkalan sendiri merupakan pengecer gas melon resmi yang dibentuk Pemko Banjarmasin bersama Pertamina dan Hiswana Migas dalam rapat beberapa waktu lalu.

 

“Makanya kami merapatkan kemarin itu, bagaimana caranya menetapkan HET di sub pangkalan,” ungkapnya.

 

Meski HET akan ditetapkan juga di sub pangkalan. Tetap saja, ada perbedaan harga antara sub pangkalan dengan pangkalan utama.

 

Namun yang jelas, HET akan jauh lebih rendah dibandingkan harga eceran yang selama ini bisa menyentuh hingga 45 ribu per tabungnya.

 

“Entah nanti diatur HET nya sekitar Rp. 25 ribu atau Rp. 22.500 yang pasti tidak terlalu tinggi. Kalau HET resmi di pangkalan sekitar Rp. 18.500 per tabungnya,” ucap Tezar.

 

Seiring dengan itu, pihaknya juga akan mendata kembali sub pangkalan yang ada di Kota Seribu Sungai. Berdasarkan data di sistem Pertamina sendiri, ada sekitar 70 sub pangkalan.

 

“Dari 70 itu pun ada yang aktif dan tidak aktif. Jadi di data lagi,” ujarnya.

 

Ia menegaskan apabila sudah resmi diberlakukan HET di sub pangkalan. Namun masih ada yang bermain, tentu akan ditindak tegas bahkan sampai pencabutan izin.

 

“Kalau memungkinkan, kita buat regulasi dulu. Apakah nanti pembinaan dulu atau tahap selanjutnya pencabutan izin,” tegasnya.

 

Tentunya mengenai hal ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan pemerintah kabupaten/kota lainnya.

 

“Sementara ini, kawan-kawan dari kabupaten/kota lain menetapkannya itu melalui surat edaran. Kalau kami ingin menguatkan lagi regulasinya agar dipatuhi semua pihak, kalau seandainya di bawah pangkalan menjual gas elpiji ini,” pungkasnya.

 

Editor: Hamdani

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum ASN Pemko Banjarmasin Diperiksa Soal Dugaan Penipuan Utang Piutang Ratusan Juta
Edy Upayakan Perkecil SILPA di Tengah Efesiensi dan Pembatalan Perayaan Hari Jadi
Bunda PAUD Banjarmasin Salurkan Tabungan Pendidikan Rp5 Juta untuk Anak Guru Honorer yang Wafat
Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran
Karhutla Banjarmasin Capai 71 Kejadian, Penanganan Diperkuat dari Darat dan Udara
Karhutla Serang Kawasan Kampus Uniska, Ribuan Mahasiswa Dipulangkan
Diduga Rumah Dinas Tak Sesuai Peruntukannya, Bagian Umum Lakukan Sidak
Di Balik Sidak Jembatan Simpang Ulin : Aksi Cepat Advokat Legendaris Banua DR. Fauzan Ramon Kawal Warga Veteran

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:56 WITA

Oknum ASN Pemko Banjarmasin Diperiksa Soal Dugaan Penipuan Utang Piutang Ratusan Juta

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:19 WITA

Edy Upayakan Perkecil SILPA di Tengah Efesiensi dan Pembatalan Perayaan Hari Jadi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:50 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Salurkan Tabungan Pendidikan Rp5 Juta untuk Anak Guru Honorer yang Wafat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:30 WITA

Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:10 WITA

Karhutla Banjarmasin Capai 71 Kejadian, Penanganan Diperkuat dari Darat dan Udara

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights