Beras SPHP 2 Kilogram Masih Tahap Desain

Beras SPHP 2 Kilogram Masih Tahap Desain

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beras SPHP Selalu Tersedia untuk Masyarakat

Beras SPHP Selalu Tersedia untuk Masyarakat

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kemasan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ukuran 2 kilogram (kg) saat ini masih dalam tahap desain, sebelum disalurkan secara masif kepada masyarakat.

Ditemui di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang yang didampingi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar.

Menurutnya, beras SPHP sebenarnya sudah mulai disalurkan kepada masyarakat dalam kemasan 5 kg, sementara kemasan lebih kecil tengah dipersiapkan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan riil di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beras SPHP (kemasan 5 kg) sudah disalurkan sekarang. Yang beras kemasan lebih kecil (2 kg) lagi didesain, itu akan cepat,” kata Mentan.

Begitu desain kemasan 2 kilogram selesai, proses persetujuan akan langsung dilakukan tanpa penundaan, bahkan ia menegaskan siap menandatangani pada hari yang sama demi percepatan distribusi.

“Segera, ini begitu selesai langsung saya tanda tangan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bagaimana Nasib Haji 2026 ? Iran Diserang

Ia menekankan pula kebijakan itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat, sesuai arahan Presiden agar setiap kebutuhan rakyat dapat direspons secara cepat dan tepat sasaran.

Terkait harga, Mentan memastikan beras SPHP kemasan 2 kilogram akan tetap dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat luas tanpa perbedaan harga.

Ia juga memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini dalam kondisi aman untuk memasok program SPHP sepanjang tahun 2026.

“Yang jelas sekarang bantuan pangan kita sudah salurkan. Yang jelas beras banyak. Kalau ukurannya tinggal diatur,” tuturnya.

Ia menambahkan pengadaan kemasan kecil itu didasarkan pada aspirasi masyarakat, terutama pekerja harian, sehingga pemerintah berupaya menghadirkan pilihan yang lebih fleksibel sesuai kemampuan dan kebutuhan pembelian.

“Ya itulah permintaan masyarakat. Karena tidak mungkin permintaan Bulog, tidak mungkin permintaan Bapanas (Badan Pangan Nasional). Kalau rakyat yang butuh, kita bertindak untuk rakyat karena ada buruh harian, macam-macam,” tutur Amran.

Baca Juga :  Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana "Metode Uji Lapang Rekon Banjir"

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dilakukan sepanjang tahun 2026 dengan target 828 ribu ton, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras nasional.

Rizal mengatakan penugasan tersebut mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor:204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 perihal Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026.

“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta.

Ia mengatakan penyaluran beras tersebut dilakukan langsung Bulog ke pasar rakyat sehingga harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Penyaluran beras dilakukan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium yang memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Bahkan kini disiapkan kemasan 2 kg.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan
BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota
Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26
BSN Posisi Pertama Perbankan Syariah untuk Penyaluran KPR FLPP di Kalsel
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stabil
Amerika Serikat Tekan Irak, Blokir Pengiriman Dolar
Asing Jor-joran Keluar dari Pasar Saham Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WITA

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:35 WITA

BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:16 WITA

Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:15 WITA

Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26

Jumat, 24 April 2026 - 18:29 WITA

BSN Posisi Pertama Perbankan Syariah untuk Penyaluran KPR FLPP di Kalsel

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Pesan Yamin, di Hari Lahir Pancasila dan Tantangan Global

Senin, 1 Jun 2026 - 13:58 WITA

Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia 2026

Serambi

Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Mulai Hari Ini

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:59 WITA

Verified by MonsterInsights