BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Dinas pendidikan Kota Banjarmasin memastikan belum bisa menjalankan program makan bergizi gratis. Hal itu disebabakan karena dua hal.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Akhmad Baihaqi, menyampaikan dua hal itu karena belum keluarnya petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan pemerintah Kota Banjarmasin juga belum memasukan anggaran khusus makan siang gratis tersebut.
Meskipun demikian, bahwa pihaknya mengaku siap menjalankan program makan siang gratis. Hanya saja sampai saat belum ada petunjuk berapa anggaran yang akan didapatkan dari pusat dan bahkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Banjarmasin juga belum menyisihkan untuk program makan bergizi gratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Intinya kami siap menjalankan makan bergizi gratis, tapi kami belum menerima anggarannya berapa dan petunjuk teknisnya seperti apa,” ujarnya.
Meskipun dapat dipastikan belum bisa berjalan, Disdik ternyata sudah menerima laporan secara lisan bahwa banyak pengusaha catering yang berlomba-lomba membuat perusahaan agar bisa mendapatkan proyek peyedia makanan itu.
Parahnya, hal itu juga dimanfaatkan oleh para penipu yang mengelabui menjadi penyedia pelaksana dengan maksud pemilik catering yang mengambil proyek makan siang.
“Infonya banyak pengusaha catering tertipu, dengan menyetor sejumlah uang jutaan rupiah. Lah kita belum tentu menjalankan program makan siang gratis, jadi kami imbau para pengusaha agar tidak mudah percaya dengan adanya penyedia jasa, waspada penipuan,” tutur Baihaqi.
Baihaqi melanjutkan, bahwa dinasnya sejauh ini belum menerima laporan langsung perihal modus penipuan tendor pemegang proyek makan siang gratis. Namun, ia meminta setidaknya itu menjadi kehati-hatian masyarakat.
“Kita hanya menerima informasi lisan dan membaca berbagai sumber berita. Kalau kasus di Banjarmasin belum ada dan mudahan saja tidak ada, oleh sebab itu lebih baik kita informasikan pencegahan,” tuturnya.
Seperti yang disampaikannya lalu, Bahwa Disdik Kota Banjarmasin telah menghitung ada 88 ribu pelajar baik swasta maupun negeri di kota ini.
Jika makan bergizi dijalankan, misal dengan anggaran Rp 10 ribu, setidaknya Pemko Banjarmasin harus mengeluarkan duit satu kali makan senilai Rp 880 juta.
Editor : Hamdani












