BOMINDONESIA.COM, PELAIHARI– Distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi untuk nelayan di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, disebut tetap berjalan sesuai kuota dan mekanisme resmi yang berlaku.
Nelayan setempat mengaku hingga kini tetap mendapatkan BBM subsidi melalui sistem barcode yang diterbitkan berdasarkan rekomendasi Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Tanah Laut.
Salah seorang pengangkut BBM nelayan, Samlan, mengatakan pengangkutan BBM untuk nelayan berlangsung lancar dan dilakukan sesuai kuota masing-masing kapal nelayan.
“Pengangkutan BBM berjalan lancar. Kami hanya membantu nelayan mengambil BBM sesuai barcode dan kuota yang sudah ditetapkan,” katanya.
Ia menjelaskan harga solar subsidi yang dijual di SPBN Nelayan tetap sesuai ketentuan resmi yakni Rp6.800 per liter.
Samlan mengaku saat ini dirinya menangani distribusi sekitar 3.700 liter solar subsidi untuk 47 kapal nelayan di Kuala Tambangan.
Sementara itu, nelayan lainnya, Juwandi, mengatakan mekanisme distribusi selama ini berjalan cukup baik karena seluruh nelayan telah memiliki barcode resmi dari DKP Tanah Laut.
“Nelayan menyerahkan barcode dan dana kepada pengangkut, lalu diambilkan BBM di SPBN Nelayan,” jelasnya.
Meski demikian, menurut para nelayan, terkadang masih ada kendala teknis berupa kekurangan dana dari sebagian nelayan saat proses pengambilan BBM berlangsung.“Kalau barcode ada tapi dana belum lengkap, SPBN biasanya belum berani mengeluarkan BBM,” ujar Jali, salah seorang pengangkut BBM nelayan.
Menurut para nelayan, selama ini distribusi berjalan terbuka dan tidak ditemukan hambatan berarti selain persoalan teknis pembayaran dari sebagian nelayan.
“Kadang ada nelayan yang dananya belum lengkap, jadi BBM belum bisa diambilkan dulu,” tambah Jali, salah seorang pengangkut BBM nelayan.
Selain itu, para nelayan juga menegaskan adanya iuran sekitar Rp200 per liter yang disepakati bersama hanya digunakan untuk kepentingan sosial dan kegiatan keagamaan masyarakat nelayan setempat.
Saat ini tercatat sekitar 220 nelayan di Kuala Tambangan menerima alokasi solar subsidi dengan total kuota mencapai sekitar 61 ribu liter.
Penulis/Editor : Mercurius












