BOMINDONESIA.COM, MARTAPURA – Komitmen peningkatan mutu pelayanan kesehatan mendapat perhatian serius dari Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Intan Banjar.
Dipimpin langsung Ketua YLK Intan Banjar, Dr H Fauzan Ramon SH MH, organisasi perlindungan konsumen tersebut melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus dialog ke RS Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin yang berada di kawasan CitraLand, Jalan Ahmad Yani Km 8, Kabupaten Banjar.
Dalam kunjungan tersebut, Fauzan Ramon didampingi Sekretaris Jenderal YLK Intan Banjar, Rasyidi dan jajaran pengurus lainnya .
Pertemuan berlangsung hangat dengan jajaran manajemen rumah sakit yang dipimpin Direktur RS Ciputra Mitra Hospital, dr Sonny Prabowo, MARS.
Fauzan Ramon mengapresiasi keterbukaan manajemen rumah sakit swasta milik Ciputra Group tersebut yang bersedia menerima berbagai masukan, kritik, maupun saran dari lembaga konsumen demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien.
Menurut advokat legendaris Banua yang dikenal luas sebagai salah satu tokoh perlindungan konsumen di Kalimantan Selatan itu, pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kecanggihan fasilitas medis, tetapi juga dari kenyamanan, keramahan, dan kepedulian terhadap kebutuhan pasien.
“Rumah sakit yang baik bukan hanya memiliki dokter dan alat kesehatan yang lengkap, tetapi juga mampu menghadirkan rasa nyaman bagi pasien dan keluarganya. Kami melihat RS Ciputra cukup terbuka terhadap masukan dan hal itu patut diapresiasi,” ujar pria yang juga dosen senior di STIH Sultan Adam itu
Ia menilai sejumlah fasilitas pendukung yang tersedia menjadi nilai tambah tersendiri.
Ruang tunggu yang representatif, area yang tertata rapi, keberadaan kafetaria, hingga minimarket di lingkungan rumah sakit dinilai sangat membantu keluarga pasien yang harus mendampingi kerabat mereka selama menjalani perawatan.
Fauzan menyebut kualitas pelayanan tersebut tidak terlepas dari pengalaman dan latar belakang manajemen rumah sakit.
“Direktur rumah sakit memiliki pengalaman panjang di bidang layanan kesehatan, termasuk pernah bekerja di berbagai institusi kesehatan di luar negeri. Wajar apabila budaya pelayanan dan orientasi kepada pasien menjadi perhatian utama,” katanya.
Meski demikian, Fauzan mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan harus menjadi agenda berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu aspek yang sering menjadi keluhan masyarakat adalah sikap sebagian tenaga kesehatan yang dinilai kurang komunikatif maupun kurang ramah kepada pasien.
“Pasien itu pada dasarnya adalah konsumen layanan kesehatan. Bahkan pasien BPJS sekalipun tetap membayar melalui mekanisme iuran yang selama ini mereka setorkan. Karena itu seluruh pasien harus memperoleh pelayanan yang sama baiknya tanpa diskriminasi,” tegasnya.
Ia berharap pihak rumah sakit terus melakukan evaluasi terhadap kualitas sumber daya manusia, baik dokter, perawat maupun petugas pelayanan lainnya.
“Kami sering menerima berbagai masukan masyarakat. Karena itu penting bagi rumah sakit untuk terus melakukan pembinaan, seleksi dan pengawasan terhadap tenaga pelayanan agar tetap mengedepankan etika, keramahan, dan empati kepada pasien,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga memaparkan sejumlah program kerja YLK Intan Banjar, mulai dari edukasi publik, kampanye perlindungan konsumen, pos pengaduan dan konsultasi, pengawasan layanan publik, hingga advokasi dan mediasi bagi masyarakat yang merasa dirugikan.
Sementara itu, Sekjen YLK Intan Banjar, Rasyidi, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra konstruktif bagi rumah sakit maupun instansi pelayanan publik lainnya.
“Kami tidak datang untuk mencari kesalahan. Kehadiran YLK Intan Banjar bertujuan membangun komunikasi yang baik antara penyedia layanan dan masyarakat. Jika ada keluhan, kami ingin membantu mencarikan solusi yang adil bagi semua pihak,” ujar pria yang juga dikenal jurnalis sebuah stasiun tv ini .
Di sisi lain, Direktur RS Ciputra Mitra Hospital, dr Sonny Prabowo, MARS, menyambut positif kunjungan tersebut.
Menurutnya, masukan dari lembaga konsumen menjadi bahan evaluasi penting bagi rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan.
“Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Kami mengapresiasi perhatian dan masukan dari YLK Intan Banjar. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sonny juga mengungkapkan bahwa saat ini RS Ciputra Mitra Hospital telah melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan untuk layanan BPJS Kesehatan, proses administrasi dan tahapan kerja sama masih terus berjalan.
“Kami berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas di rumah sakit ini,” ujarnya.
Fauzan Ramon menambahkan, kunjungan serupa tidak akan berhenti di RS Ciputra saja.
Ke depan YLK Intan Banjar akan melakukan kunjungan ke sejumlah rumah sakit pemerintah maupun swasta lainnya di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan mutu pelayanan publik.
“Kami ingin memastikan hak-hak konsumen layanan kesehatan benar-benar terlindungi. Rumah sakit yang baik tentu harus didukung, sementara yang masih memiliki kekurangan perlu diberikan masukan agar terus berbenah demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya
Penulis Editor Mercurius












