BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) menjadi perhatian serius Kota Banjarmasin. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin gelar Audit kasus kematian ibu dan bayi di Hotel Rodhita, Jumat (5/12/2025).
Kegiatan menghadirkan lintas sektor.
– Kemenag
– DPPKBPM
– Dinsos
– Dukcapil
– Perwakilan 5 kelurahan dari 5 kecamatan
– Ketua IBI Cabang Kota Banjarmasin
Paparan dr Tim AMP-SR Kota Banjarmasin dr.SPA dan dr.SPOG dr.RSSS
Dalam sambutannya, Plt Kadis Kesehatan Kota Banjarmasin, M Ramadhan menyampaikan
Bahwa kasus adalah satu indikator penting yang mencerminkan derajat kesehatan suatu bangsa. Di Indonesia AKI dan AKB masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemenkes mencatat hampir semua Provinsi di Indonesia terdapat kematian bayi dan ibu, hal ni menunjukan masih banyaknya tugas kita saat ini dan kedepannya,” ucapnya.
Ramadhan menyampaikan, bahwa ada faktor penyebab kasus kematian ibu dan bayi itu komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta rasa empati dan tanggung jawab kita sebagai abdi masyarakat.
“kegiatan yang kita laksanakan hari ini bertujuan untuk menyampaikan hasil audit AMPSR ( Audit Maternal Perinatal Survelains Respon) kepada pihak -pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB) Di Kota Banjarmasin,”
“Ini juga bertujuan menyampaikan informasi dan meningkatkan kolaborasi antar lembaga dan hasil audit bisa menjadi dasar untuk memperkuat kolaborasi tersebut. kami berharap ini dapat menciptakan sinergi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara keseluruhan,” ujarnya.
Editor Hamdani












