BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Tekanan ekonomi membuat konsumsi dan mobilitas masyarakat lesu menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025. Kondisi ini turut berimbas pada bisnis sewa kendaraan yang mengalami penurunan cukup signifikan.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah (Asperda) Indonesia Erwin Suryana mengungkapkan momentum Lebaran tahun ini berbeda dari Lebaran di tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya Lebaran menjadi masa panen bagi pengusaha rental mobil dengan tingkat okupansi mencapai 90%-100%. Tapi untuk tahun ini Erwin memprediksi bisnis rental mobil sepi, dengan potensi penurunan omzet sebanyak 40%-50% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu,” ucapnya, kemarin.
Kondisi itu tergambar dari tingkat okupansi para pebisnis rental yang masih di level 45%-50%. Erwin menjelaskan, penurunan signifikan terjadi pada segmen retail atau business to consumer (B2C). Sedangkan pada segmen business to business (B2B) masih relatif stabil.
“Tahun ini cukup prihatin bagi pengusaha rental kendaraan. Kami berharap setelah Lebaran kondisinya bisa lebih baik. Walaupun masih terlihat situasi ketidakpastian ekonomi di depan mata,” kata Erwin.
Erwin menyoroti sejumlah faktor yang menekan bisnis rental kendaraan pada momentum Lebaran tahun ini. Pertama, tingkat mobilitas atau jumlah pemudik yang diprediksi turun ketimbang Lebaran tahun lalu.
Merujuk survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada Lebaran 2025 diperkirakan turun menjadi 146,48 juta orang. Prediksi tersebut anjlok sekitar 24% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.
Kedua, belanja pemerintah dan beberapa perusahaan swasta untuk kepentingan sewa kendaraan mengalami penurunan. Ketiga, faktor daya beli masyarakat yang masih tertekan.
Dalam bayang-bayang ketidakpastian ekonomi saat ini, masyarakat lebih fokus memenuhi kebutuhan primer ketimbang mengeluarkan biaya untuk sewa mobil. “Andai ada keperluan sewa kendaraan, mereka memilih jenis yang murah, bukan jenis kendaraan mewah,” imbuhnya.