Kapolri Tegaskan Polri tak Antikritik, Propam Periksa Polda Jateng Terkait Dugaan Intimidasi Band Sukatani – bomindonesia.com

Kapolri Tegaskan Polri tak Antikritik, Propam Periksa Polda Jateng Terkait Dugaan Intimidasi Band Sukatani

- Redaksi

Sabtu, 22 Februari 2025 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Tegaskan Polri tak Antikritik, Propam Periksa Polda Jateng Terkait Dugaan Intimidasi Band Sukatani

Aksi band punk Sukatani di panggung Stadion Kridosono, Jogjakarta ( Foto Tangkapan Layar @sukatani.band)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak mempermasalahkan lagu “Bayar Bayar Bayar” yang diciptakan oleh band punk Sukatani. Lagu yang mengandung kritik terhadap institusi kepolisian tersebut sempat menjadi perbincangan publik setelah band tersebut meminta maaf dan menarik lagu itu dari peredaran.

Kapolri menjelaskan bahwa terjadi miskomunikasi terkait permasalahan ini, yang kemudian berujung pada penarikan lagu dan permintaan maaf Sukatani kepada Polri. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut bentuk miskomunikasi yang dimaksud. “Mungkin ada miss, namun sudah diluruskan,” ujar Listyo Sigit.

Ia juga menegaskan bahwa Polri tidak antikritik. Menurutnya, kritik adalah hal yang penting sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan institusi. Kapolri mengingatkan seluruh jajaran kepolisian untuk menerima kritik dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai masukan positif.”Polri tidak antikritik. Kritik adalah masukan untuk evaluasi, dan dalam menerima kritik, tentunya kita harus legowo, yang penting ada perbaikan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolri juga menyatakan bahwa jika ada pihak yang merasa tidak puas atau memiliki klarifikasi lebih lanjut, mereka dipersilakan untuk memberikan penjelasan.

Sebelumnya, Band Sukatani asal Purbalingga, Jawa Tengah, meminta maaf kepada Polri atas lagu “Bayar Bayar Bayar” yang dinilai menyinggung karena liriknya yang menyebut “bayar polisi.” Lagu tersebut sebenarnya diciptakan sebagai kritik terhadap oknum kepolisian yang dianggap melanggar aturan.

Menanggapi polemik ini, Divisi Propam Polri melakukan pemeriksaan terhadap anggota Direktorat Reserse Siber (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah terkait dugaan intimidasi terhadap personel band Sukatani. Selain itu, Divisi Propam juga melakukan pemeriksaan terhadap Polda Jawa Tengah secara lebih luas untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam proses ini.

“Untuk memastikan profesionalisme dalam penanganan kasus ini, Biropaminal Divpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Ditreskrimsus Polda Jateng serta melakukan evaluasi terhadap Polda Jateng secara menyeluruh,” demikian pernyataan resmi Divisi Propam Polri melalui akun X resmi @divpropam pada Jumat (21/2/2025).

Divisi Propam Polri menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk mengklarifikasi permasalahan yang terjadi, terutama karena permohonan maaf dari band Sukatani menimbulkan reaksi di masyarakat.

Sejumlah warganet menduga bahwa permohonan maaf tersebut dilakukan karena adanya tekanan dari pihak kepolisian. Dugaan ini muncul setelah lagu “Bayar Bayar Bayar” ramai digunakan di berbagai platform media sosial, mengingat liriknya yang berisi kritik terhadap oknum polisi yang korup dalam melayani masyarakat.”Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh Polri,” lanjut pernyataan Divisi Propam Polri.

Divisi Propam Polri juga menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik dan saran yang diberikan oleh masyarakat, termasuk dalam bentuk karya seni.”Terkait dengan perbincangan hangat mengenai band Sukatani dan lagu ‘Bayar Bayar Bayar,’ kami ingin menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik yang membangun. Kami memahami pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis,” ujar perwakilan Divisi Propam Polri.

Terakhir, Divisi Propam Polri memastikan bahwa Polri tetap berkomitmen untuk terus mendengarkan masukan dari masyarakat dan melakukan perbaikan demi pelayanan yang lebih baik. “Terima kasih atas perhatian dan dukungannya,” tutup pernyataan resmi tersebut.

Penulis : Mercurius

Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Kelatau Batang Kembali Berkumpul, Persahabatan Smagha 2006 tak Lekang oleh Waktu
Langit Handil Bakti Memerah, 2 Karhutla Hanya Jarak 2 Jam, Rumah Warga Tersambar
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Dramatis Lewat Adu Penalti
Penyelaman KM Virgo Dihentikan, SAR Perluas Pencarian 55 Korban ke Kalsel-Kalteng-Kalbar
Sebelum jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Semifinalis Cover Boy Majalah Mode 1988, Ini Potret Masa Mudanya
Komisi III DPR Aklamasi Setujui Komjen Suyudi jadi Calon Kapolri, Segera Dibawa ke Paripurna
Babak Baru Kasus KM Virgo Transport 8, Nahkoda Ditetapkan Tersangka

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:30 WITA

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:24 WITA

Langit Handil Bakti Memerah, 2 Karhutla Hanya Jarak 2 Jam, Rumah Warga Tersambar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:02 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Dramatis Lewat Adu Penalti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:54 WITA

Penyelaman KM Virgo Dihentikan, SAR Perluas Pencarian 55 Korban ke Kalsel-Kalteng-Kalbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:27 WITA

Sebelum jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Semifinalis Cover Boy Majalah Mode 1988, Ini Potret Masa Mudanya

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights