Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada – bomindonesia.com

Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilkada Ilustrasi

Pilkada Ilustrasi

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Kapoksi NasDem Komisi II DPR Ujang Bey meminta agar biaya pilkada yang mahal serta gaji minim tidak selalu menjadi ‘kambing hitam’ ketika ada kepala daerah yang ditangkap terkait kasus korupsi.

Ujang menegaskan, terjun di dunia politik tidak sama dengan bisnis. “Saya kira tidak tepat kalau minimnya gaji dan biaya pilkada yang mahal selalu dijadikan ‘kambing hitam’. Karena terjun ke dunia politik, tidak seperti terjun ke dunia bisnis yang selalu ditakar dengan keuntungan/balik modal,” ujar Ujang.

“Padahal Mendagri pernah menyampaikan itu bagian dari pengabdian ke masyarakat, jangan dikaitakan dengan untung rugi,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka dari itu, Ujang menyebut dirinya sangat menyayangkan modus jual beli jabatan di lingkungan pemda. Sebab, kata dia, kejadian korupsi kepala daerah selalu mengalami pengulangan, walaupun dengan modus berbeda-beda.

“Pak Mendagri juga dalam kesempatan RDP selalu mewanti-wanti agar kepala daerah bisa mawas diri dan harus bisa meningkatkan inovasi dan pembangunan di tengah-tengah TKD yang mengalami penurunan,” tegas Ujang.

Sementara itu, Ujang menyarankan Kemendagri dan KPK melakukan pencegahan dini dengan memberikan pemahaman tentang aturan dan hukum.

“Yang paling utama adalah kembali lagi ke diri masing-masing kepala daerah karena itu benteng utama dari pencegahan,” imbuhnya.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Gang Buntu Grogol Selatan Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kekompakan
Monyet Liar “Teror” Warga Inhil, Kini Jalani Observasi di BBKSDA Riau
Tangis Bocah Iringi Kepergian Sang Ayah, Pria Tewas Diduga Dikeroyok karena Dituduh Curi Ayam
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Diduga Terkait Kasus TPPU
Kuntadi Resmi Jabat Jampidsus, Jaksa Agung Tekankan Penanganan Korupsi tanpa Tebang Pilih
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan
Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus
Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:04 WITA

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Gang Buntu Grogol Selatan Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kekompakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:16 WITA

Monyet Liar “Teror” Warga Inhil, Kini Jalani Observasi di BBKSDA Riau

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:15 WITA

Tangis Bocah Iringi Kepergian Sang Ayah, Pria Tewas Diduga Dikeroyok karena Dituduh Curi Ayam

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:46 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Diduga Terkait Kasus TPPU

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:34 WITA

Kuntadi Resmi Jabat Jampidsus, Jaksa Agung Tekankan Penanganan Korupsi tanpa Tebang Pilih

Berita Terbaru

Cermin

INDONESIA

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:36 WITA

Peristiwa & Hukum

Diduga Bakar Lahan 17 Borongan, Polres HSS Amankan Petani

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:02 WITA

Verified by MonsterInsights