Kuasa Hukum Arya: Semua Kades PKP2B Terima Dana Operasional, Mengapa hanya Empat yang Dilaporkan? – bomindonesia.com

Kuasa Hukum Arya: Semua Kades PKP2B Terima Dana Operasional, Mengapa hanya Empat yang Dilaporkan?

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 17:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa Hukum Empat Kades , Arya Setiawan SH Mkn (dua dari kanan) dan ayahnya DR H Fauzan Ramon SH MH (dua dari kiri) didampingi dua kades dari tiga orang yang melakukan klarifikasi (Foto Istimewa)

Kuasa Hukum Empat Kades , Arya Setiawan SH Mkn (dua dari kanan) dan ayahnya DR H Fauzan Ramon SH MH (dua dari kiri) didampingi dua kades dari tiga orang yang melakukan klarifikasi (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, KANDANGAN — Perkembangan laporan MAKI terkait dugaan pungutan oleh aparat desa di Kecamatan Padang Batung kini mendapat tanggapan resmi dari pihak terlapor.

Empat kepala desa yang dipanggil untuk klarifikasi mendatangi Satreskrim Polres Hulu Sungai Selatan pada Jumat 21/12/2025k siang dengan didampingi kuasa hukum mereka, Arya Setiawan SH M.Kn dan Achmad Nuari SH dari Kantor Hukum Dr. H. Fauzan Ramon SH MH.

Usai memberikan keterangan, Arya menyampaikan kepada wartawan bahwa persoalan ini harus dilihat secara utuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa dana yang diterima para kepala desa adalah dana operasional yang sejak lama berlaku di desa-desa yang wilayahnya masuk dalam area PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara), termasuk desa-desa yang berada di lintasan operasional PT Antang Gunung Meratus (AGM).

“Hari ini kami mendampingi empat kades yang dipanggil. Dari klarifikasi, kami jelaskan bahwa dana yang diterima itu adalah dana operasional.

“Dan ini bukan hanya mereka berempat, tapi diterima oleh semua kades yang wilayah desanya masuk area PKP2B perusahaan di HSS sejak dulu,” ujar Arya

Putra DR H Fauzan Ramon SH MH , advokat legendaris di Kalsel ini
menegaskan bahwa desa-desa yang masuk wilayah PKP2B jumlahnya belasan, namun yang dilaporkan MAKI hanya empat orang.

Padahal, menurutnya, sistem dan mekanisme penerimaan dana operasional tersebut berlaku seragam.

“Mengapa hanya empat? Padahal desa yang menerima dana operasional dari perusahaan ada belasan. Kalau MAKI ingin melaporkan, ya laporkan semuanya. Jangan pilih-pilih. Semua menjalankan prosedur yang sama,” tegasnya.

Arya juga menjelaskan bahwa dana operasional itu digunakan untuk keperluan lapangan yang memang memerlukan pembiayaan, seperti:
penentuan batas wilayah,mobilisasi aparat desa,konsumsi petugas,serta pembelian bahan bakar.

“Untuk saksi batas saja perlu biaya bensin dan mobilisasi. Dana operasional memang untuk itu,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa pengajuan permohonan operasional bukan lahir dari inisiatif para kepala desa, melainkan arahan dari pihak perusahaan sebagai bagian dari kebutuhan operasional PKP2B.

“Permohonan itu bukan dari pembakal. Yang membuat permohonan dan mengarahkan justru dari pihak Antang. Jadi ini prosedur operasional perusahaan, bukan pungutan liar seperti yang dituduhkan,” jelas Arya.

Arya menegaskan bahwa mereka menghormati proses penyelidikan yang dilakukan Polres HSS dan berharap perkara ini dilihat dalam konteks faktual yang menyeluruh.

“Kami sudah sampaikan apa adanya, dan proses berjalan baik. Terima kasih kepada Polres HSS yang memfasilitasi klarifikasi ini dengan profesional,” ujarnya sebelum beranjak melaksanakan salat Jumat.

Penulis/Editor : Iyus

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo #kalsellumpuh Berakhir Ricuh, Massa Mahasiswa Coba Terobos Pagar DPRD Kalsel
Guru Busu Ingatkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Ratusan Jemaah Maulid Sungai Lulut
DPRD Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Kotabaru Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026
Kabar Gembira dari Halong, Hujan Deras Guyur Balangan di Tengah Cuaca Panas Kalsel
Korem 101 Antasari Gempur 17 Titik Karhutla di Kalsel, Lebih dari 100 Hektare Terbakar
Menakjubkan, Pagelaran Sastra “Simponi Kemerdekaan” Digelar di Kotabaru
HUT ke-2 FKPWK Bertabur Penghargaan, dari Pelajar Berprestasi hingga Seniman Banjar
Astamaops Polri dan KSAL Tinjau Karhutla Kalsel, Kapolda Turun Langsung Padamkan Api

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:38 WITA

Demo #kalsellumpuh Berakhir Ricuh, Massa Mahasiswa Coba Terobos Pagar DPRD Kalsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:06 WITA

DPRD Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Kotabaru Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:20 WITA

Kabar Gembira dari Halong, Hujan Deras Guyur Balangan di Tengah Cuaca Panas Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:54 WITA

Korem 101 Antasari Gempur 17 Titik Karhutla di Kalsel, Lebih dari 100 Hektare Terbakar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Menakjubkan, Pagelaran Sastra “Simponi Kemerdekaan” Digelar di Kotabaru

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Cegah ISPA, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Masker ke Masyarakat

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:24 WITA

Banjarmasin Bungas

Cegah ISPA, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Kepada Masyarakat

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:14 WITA

Banjarmasin Bungas

Warga Banjar Desak Pemkot Banjarmasin Kelola Majukan Makam ‘Raja Banjar’

Rabu, 26 Agu 2026 - 18:56 WITA

Verified by MonsterInsights