LS VINUS: Penggeseran Pilkada ke DPRD Adalah Perampasan Kedaulatan Rakyat – bomindonesia.com

LS VINUS: Penggeseran Pilkada ke DPRD Adalah Perampasan Kedaulatan Rakyat

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025 - 09:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Wacana pemerintah menjalankan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang belum lama ini mencuat mendapat kecaman publik yang menentang wacana tersebut.

Koordinator Nasional Lembaga Studi Visi Nusantara (LS VINUS) Muhamad Arifin, menegaskan bahwa wacana tersebut merupakan bentuk dekonstruksi kedaulatan publik yang berbahaya bagi masa depan demokrasi Indonesia.

Ia menilai bahwa gagasan tersebut bukan hanya sebuah langkah mundur, tetapi juga upaya sistematis untuk mereduksi peran rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pilkada langsung selama ini menjadi ruang artikulasi politik masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah. Mengalihkan kembali kewenangan itu kepada DPRD sama dengan mengubah rakyat dari subjek politik menjadi sekadar penonton saja,” ucapnya.

LS VINUS juga mengingatkan bahwa perubahan mekanisme Pilkada harus ditempatkan dalam kerangka penguatan demokrasi, bukan justru merestrukturisasi sistem agar semakin jauh dari rakyat. Wacana ini dianggap tidak sesuai dengan semangat reformasi, UUD 1945 pasca-amandemen, dan komitmen nasional terhadap demokrasi elektoral.

LS VINUS memandang wacana Pilkada lewat DPRD sebagai upaya yang akan secara signifikan menguatkan oligarki lokal. Dalam mekanisme pemilihan tertutup seperti ini, keputusan berada di tangan kelompok kecil politisi, sehingga peluang terjadinya transaksi politik sangat tinggi. Pemilihan kepala daerah berpotensi berubah menjadi ruang tawar-menawar kekuasaan antar elite, mulai dari negosiasi kursi birokrasi, kontrak politik, hingga praktik transaksional yang melibatkan sumber daya ekonomi.

Muhamad Arifin menyebut bahwa ruang tertutup DPRD secara inheren memiliki risiko korupsi politik yang lebih besar.

“Ketika proses politik tidak disaksikan rakyat, maka akuntabilitas merosot. Elite legislatif bisa menentukan kepala daerah bukan berdasarkan kapasitas, tetapi berdasarkan siapa yang mampu membayar lebih, siapa yang punya jejaring lebih kuat, atau siapa yang memiliki patron berpengaruh.”

Dalam demokrasi modern, legitimasi adalah fondasi stabilitas politik. LS VINUS menilai bahwa Pilkada melalui DPRD akan melemahkan legitimasi kepala daerah secara struktural dan substantif. Kepala daerah yang terpilih tanpa dukungan suara rakyat akan menghadapi kesulitan dalam menjalankan mandat pembangunan, terutama ketika kebijakannya bertentangan dengan kepentingan partai atau kelompok elite di DPRD yang memilihnya.

Koordinator Nasional LS Vinus menjelaskan bahwa kepala daerah hasil pemilihan DPRD akan menanggung “utang politik” internal kepada aktor-aktor yang mendukungnya.
“Bagaimana mungkin seorang pemimpin daerah berdiri di atas semua kepentingan, jika ia terikat oleh kepentingan pihak-pihak yang memilihnya di ruang tertutup? Legitimasi publiknya lemah sejak hari pertama. Ujar Muhamad Arifin”

LS VINUS memperingatkan bahwa kondisi ini dapat menciptakan instabilitas tata kelola, menghambat reformasi, memperlambat pembangunan, dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi daerah. Dalam perspektif demokrasi elektoral, hilangnya legitimasi publik sama dengan hilangnya fondasi kepemimpinan itu sendiri.

LS VINUS menegaskan bahwa inti persoalan bukan terletak pada mekanisme pemilihan langsung, melainkan pada tata kelola politik yang belum disiplin, partai yang belum demokratis, dan penyelenggara pemilu yang perlu diperkuat.
Karena itu, solusi terbaik bukan menghapus hak rakyat untuk memilih, melainkan memperbaiki sistem agar demokrasi tetap berada dalam genggaman rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan.

Dalam penutupnya, Muhamad Arifin menyampaikan bahwa LS VINUS bersama jaringan masyarakat sipil akan terus mengawal isu ini agar setiap kebijakan yang dihasilkan tetap berorientasi pada hak publik.

Editor Hamdani

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ASN Pemkot Banjarmasin Diminta Partisipasi Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI
FKPWK Apresiasi Polresta Banjarmasin Gagalkan Peredaran 5.179 Butir Ekstasi
Geger Video Porno AI di Banjarmasin, Foto Delapan Perempuan Dimanipulasi
Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Jembatan Secara Virtual, Termasuk Jembatan Perintis Garuda di Banjarmasin
Kominfotik Banjarmasin Fokus Dorong Integrasikan 100 Lebih Sistem Digital
Meriahkan Kemerdekaan RI Dengan Bagi-Bagi Bendera Merah Putih
Peringati Hari UMKM Nasional, Pemkot Banjarmasin Perkuat Kemitraan dengan Insan UMKM
Bunda PAUD Neli Rangkul Warga Wajibkan Anak Satu Tahun Pra Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:44 WITA

ASN Pemkot Banjarmasin Diminta Partisipasi Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:22 WITA

FKPWK Apresiasi Polresta Banjarmasin Gagalkan Peredaran 5.179 Butir Ekstasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Jembatan Secara Virtual, Termasuk Jembatan Perintis Garuda di Banjarmasin

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:53 WITA

Kominfotik Banjarmasin Fokus Dorong Integrasikan 100 Lebih Sistem Digital

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Meriahkan Kemerdekaan RI Dengan Bagi-Bagi Bendera Merah Putih

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

ASN Pemkot Banjarmasin Diminta Partisipasi Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Jumat, 14 Agu 2026 - 19:44 WITA

Pembina FKPWK Kalsel H Junaidi )Foto Dokumen )

Banjarmasin Bungas

FKPWK Apresiasi Polresta Banjarmasin Gagalkan Peredaran 5.179 Butir Ekstasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:22 WITA

Cermin

Ritchie Blackmore, Algoritma dan Kenangan Gagang Sapu

Jumat, 14 Agu 2026 - 02:20 WITA

Verified by MonsterInsights