Momen Strategis Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan dan IKN di Borneo Economic Forum

Momen Strategis Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan dan IKN di Borneo Economic Forum

- Redaksi

Selasa, 13 Agustus 2024 - 22:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), dan Borneo Economic Community (BEC) (foto:istimewa)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), dan Borneo Economic Community (BEC) (foto:istimewa)

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), dan Borneo Economic Community (BEC) berkolaborasi menggelar Borneo Economic Forum (BEF) untuk memperkuat kerjasama dan pertumbuhan bersama di antara negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Borneo Economic Community.

Mengusung tema “Regional Connectivity: A Pathway to Inclusive Growth”, ajang ini diharapkan dapat meningkatkan investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN), mendorong ekonomi Kalimantan secara merata dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: https://bomindonesia.com/momen-strategis-dukung-pertumbuhan-ekonomi-kalimantan-dan-ikn-di-borneo-economic-forum/

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor dalam sambutannya diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso mengapresiasi sebesar-besarnya kepada Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) atas terselenggaranya Borneo Economic Forum ini.

Ia mengatakan, sebagai pulau terbesar ketiga di dunia yang menjadi teritori tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, Kalimantan memiliki potensi besar untuk berkembang. Posisi strategis Kalimantan semakin diperkuat dengan kehadiran IKN, di mana Kalimantan Selatan (Kalsel) berperan sebagai gerbang utama.

“Kami optimis Kalimantan Selatan dengan posisinya sebagai gerbang IKN, memiliki peluang besar di kancah ASEAN. Kesempatan meraih investor terbuka lebar jika kita pandai memanfaatkan momentum. Borneo Economic Forum memberikan kita kesempatan membuka akses kolaborasi yang lebih luas dan membangun konsolidasi dengan negara-negara ASEAN di bawah pendampingan Kadin Indonesia dan Borneo Economic Community,” ujar Adi Santoso, Selasa (13/8/2024).

Baca Juga: https://bomindonesia.com/momen-strategis-dukung-pertumbuhan-ekonomi-kalimantan-dan-ikn-di-borneo-economic-forum/

Mewakili Sahbirin Noor, Adi berharap kolaborasi yang terjalin melalui forum ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan dan memperkuat hubungan antarnegara ASEAN.

Ketua ASEAN-BAC Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya Forum Ekonomi Borneo sebagai wadah untuk membahas dan merumuskan solusi bagi pengembangan ekonomi di Pulau Kalimantan.

Baca Juga :  Road Tour Deklarasi Damai Polda Kalsel, Ini Harapan Irjen Pol Winarto

Menurutnya, dengan PDB gabungan sekitar $165 miliar, Borneo memiliki posisi strategis sebagai pusat integrasi ekonomi dan perdagangan regional terutama dengan hadirnya IKN Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca Juga: https://bomindonesia.com/momen-strategis-dukung-pertumbuhan-ekonomi-kalimantan-dan-ikn-di-borneo-economic-forum/

“Forum Ini merupakan upaya untuk mendukung pembangunan ekonomi di Pulau Kalimantan. Tentunya dengan hadirnya pusat pemerintahan baru di IKN, Borneo berperan penting menjadi salah satu epicentrum of economic growth menuju pertumbuhan ekonomi 8% yang didorong oleh pemerintah terpilih Pak Prabowo dan Mas Gibran, sekaligus mengoptimalisasi potensi kolaborasi ekonomi di Borneo yang secara geografis berbatasan.

Arsjad menambahkan, Borneo berpotensi menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan melalui solusi berbasis alam, energi terbarukan, ekowisata, dan pasar karbon. Untuk itu, pembangunan infrastruktur yang terencana dan terintegrasi di Borneo sangat penting agar visi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

“Konektivitas yang terintegrasi, tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik seperti jalan dan transportasi, tetapi juga mencakup energi terbarukan, sangat penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi Borneo. Dengan adanya konektivitas ini, kita dapat meningkatkan mobilitas, membuka peluang perdagangan, dan menarik lebih banyak investasi, khususnya dalam membangun ekonomi hijau. Artinya, Borneo dapat terintegrasi pada perdagangan rantai pasok regional,”tutur Arsjad.

Baca Juga: https://bomindonesia.com/momen-strategis-dukung-pertumbuhan-ekonomi-kalimantan-dan-ikn-di-borneo-economic-forum/

Selain itu, Arsjad juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mempercepat pembangunan ekonomi di Borneo dan membangun good neighbor policy antar negara di Pulau Borneo.

Kerja sama ini menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Borneo. “Saya mengajak lebih banyak pengusaha, baik dari Indonesia, Sabah, Sarawak, maupun Brunei, untuk memajukan cross-border trade dan membangun infrastruktur dan project terbarukan. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan potensi besar Borneo sebagai pusat ekonomi hijau dan digital di ASEAN,” tambah Arsjad.

Baca Juga :  Forum Group Discussion BPD-8 dengan Tema “Banking in The AI Era"

Ketua ASEAN-BAC Brunei Darussalam dan Co-Chair Borneo Economic Community, Haslina Taib, menyatakan, BEC memiliki visi dan komitmen untuk memprioritaskan inklusi masyarakat dan UMKM dalam peluang ekonomi baru di bidang perdagangan lintas batas, investasi, masa depan pekerjaan, dan keberlanjutan.

Haslina mengaku pentingnya Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia dalam meningkatkan kerja sama perdagangan dan membangun pembangunan berkelanjutan di Borneo.

Baca Juga: https://bomindonesia.com/momen-strategis-dukung-pertumbuhan-ekonomi-kalimantan-dan-ikn-di-borneo-economic-forum/

“Kalimantan diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah dan populasi besar, menawarkan peluang besar untuk pengembangan Pusat Ekonomi Hijau dan Digital di ASEAN. Brunei siap mendukung pertumbuhan ini dengan infrastrukturnya yang matang, termasuk pelabuhan internasional dan konektivitas digital,” pungkas Haslina.

Borneo Economic Forum yang diselenggarakan pada 13 Agustus 2024 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin ini menghadirkan berbagai sesi diskusi panel yang berfokus pada tiga topik, yaitu perdagangan dan investasi, pembangunan manusia dan mobilitas, serta konektivitas infrastruktur.

Acara dihadiri perwakilan bisnis dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia, serta para pemangku kepentingan lainnya yang akan membahas peluang investasi dan kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Borneo dan mendukung pembangunan IKN Nusantara.

Baca Juga: https://bomindonesia.com/momen-strategis-dukung-pertumbuhan-ekonomi-kalimantan-dan-ikn-di-borneo-economic-forum/

Menurut laporan “ASEAN Statistical Yearbook 2022”, nilai perdagangan di dalam kawasan ASEAN merupakan yang terbesar di antara mitra dagang dengan kawasan lainnya dalam kurun 2019-2021. Rata-rata nilai dagang di kawasan intra-ASEAN per tahun mencapai 638 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar 21% dari total perdagangan antar kawasan di dunia. (*)

bomindonesia

Editor : Afdiannoor

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentuk Tim Koordinasi, Pemkab Kotabaru Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu
Tuti Marheni: DPRD Komitmen Dukung Pengembangan Perguruan Tinggi Kesehatan di Murung Raya
Tegakkan Disiplin ASN, Pemkab Kotabaru Terapkan PP 94/2021 dan Optimalkan Aplikasi I-DIS
Dina Maulidah Dorong Setiap Desa di Murung Raya Miliki Produk Unggulan
PKB Kapuas Perkuat Sinergi dengan PCNU, Tommy Saputra: PKB Lahir dari Rahim NU
Sungai Katingan Kembalikan Korban Terakhir, Tragedi Tumbang Kalemei Renggut Tiga Polisi
Susilo Apresiasi Kesiapan Pemkab Mura Sambut Sinode Umum XXV GKE 2026
Reses di Tumbang Baloi, Rumiadi Serap Aspirasi Infrastruktur Dasar hingga Sektor Pertanian

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:21 WITA

Bentuk Tim Koordinasi, Pemkab Kotabaru Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:49 WITA

Tuti Marheni: DPRD Komitmen Dukung Pengembangan Perguruan Tinggi Kesehatan di Murung Raya

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:22 WITA

Tegakkan Disiplin ASN, Pemkab Kotabaru Terapkan PP 94/2021 dan Optimalkan Aplikasi I-DIS

Senin, 6 Juli 2026 - 20:50 WITA

Dina Maulidah Dorong Setiap Desa di Murung Raya Miliki Produk Unggulan

Senin, 6 Juli 2026 - 15:34 WITA

PKB Kapuas Perkuat Sinergi dengan PCNU, Tommy Saputra: PKB Lahir dari Rahim NU

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:29 WITA

KORBAN PERKELAHIAN – Perkelahian berdarah mengakibatkan seorang pria tewas di kawasan Jalan Kelayan B, Banjarmasin, Senin (6/7/2026) pagi. Polisi masih menyelidiki motif dan kronologi kejadian. (foto: ilustrasi)

Peristiwa & Hukum

Perkelahian Maut di Kelayan B, Satu Tewas, Pelaku Masih Dirawat

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:33 WITA

Verified by MonsterInsights