ODF dan Bebas Stunting Jadi Perhatian Serius Pemkot Banjarmasin

ODF dan Bebas Stunting Jadi Perhatian Serius Pemkot Banjarmasin

- Redaksi

Rabu, 11 Juni 2025 - 21:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak Indonesia

Anak-anak Indonesia

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen serius tangani percepatan penurunan angka stunting. Meski belum mencapai hasil yang memuaskan, penurunan stanting diharapkan bisa cegah bersama-sama.

Seperti yang diketahui, capaian stunting di Banjarmasin masih bertahan di angka 26,5 %, sama seperti tahun sebelumnya (berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024).

Kepala Bappeda Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi, menyampaikan saat pemaparan Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, Rabu (11/6/2025) di Ruang Rapat Abrani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi teknis dari dinas terkait. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk masyarakat, akademisi, pelaku usaha, media, dan komunitas lokal.

“Percepatan penurunan stunting bukan semata tugas dinas kesehatan. Kita butuh kolaborasi pentahelix: pemerintah, masyarakat, swasta, media, dan akademisi harus sama-sama terlibat. Semua potensi sosial di kota ini harus bergerak,” ujar Syauqi.

Menurutnya, meskipun intervensi spesifik seperti penyuluhan gizi dan pemberian makanan tambahan telah menunjukkan hasil positif, akar permasalahan justru banyak terdapat pada intervensi sensitif yang belum optimal. Ia menyebut kendala koordinasi antar-SKPD masih menjadi tantangan besar yang harus dipecahkan.

Baca Juga :  Zebra Intan 2024, Polresta Banjarmasin Sambangi SMPN 14 untuk Edukasi

“Dari segi teknis, Dinas Kesehatan sudah bekerja sangat baik. Namun angka stunting tetap bertahan karena aspek sensitif seperti sanitasi, pola asuh, dan kemiskinan belum ditangani secara masif dan cepat,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Tabiun Huda, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong intervensi komprehensif berbasis data dan inovasi. Ia menyebut salah satu capaian penting adalah peningkatan status Kota Banjarmasin menuju Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

“Kita sudah 82 persen ODF dan optimis bisa mencapai 100 persen akhir tahun ini. Dinas PUPR sudah menganggarkan saluran sanitasi dan CSR dari BRI, PLN, serta pihak lain sudah ikut membantu,” ujar Tabiun.

Ia mengapresiasi peran swasta yang telah memberikan kontribusi nyata. Salah satunya adalah program pemberian makanan tambahan (PMT) lokal dari BRI di kawasan Mantuil yang berhasil mengentaskan lebih dari 100 anak dari kondisi stunting.

“Kita tidak bisa kerja sendiri. Butuh dukungan semua pihak—pemerintah, swasta, organisasi, bahkan media. Karena yang sensitif ini butuh waktu dan aksi bersama,” tegas Tabiun.

Baca Juga :  Pemkot Banjarmasin Galakkan Penguatan MCSP di sektor Pengadaan Barang dan Jasa

Evaluasi kinerja ini dipandu oleh moderator dari BKKBN Provinsi, Tim Penilai yang terdiri dari Ir. H. Nurul Fajar Desira, Dr. dr. Meitria Syahadatina Noor, Dr. H. Muhamad Muslim dan Tim P3S Provinsi . Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, koreksi sekaligus dorongan untuk mempercepat pencapaian target nasional penurunan stunting di daerah.
Senada dengan hal tersebut diatas Ir. H. Nurul Fajar Desira dalam simpulan penilaiannya menekankan agar peran serta dan keterlibatan Kepala Daerah dalam mensukseskan kegiatan percepatan pencegahan penanganan stunting di kab/kota perlu ditingkatkan.

Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting di bawah 14 persen pada tahun 2024. Sementara itu, Kota Banjarmasin dituntut memperkuat strategi pencegahan, pengurangan masalah sosial yang memperburuk kondisi gizi anak, seperti kemiskinan, keterbatasan sanitasi, dan minimnya edukasi keluarga.

“Kita harus bergerak cepat. Jika semua elemen kota ini menyatu dalam gerakan stunting, maka bukan tidak mungkin Banjarmasin menjadi kota sehat dan tangguh secara sosial,” pungkas Syauqi.

Editor : Hamdani

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI
Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah
Banyak Orang Tua Memilih ke Sekolah Swasta​
Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Yamin Berharap Pemulihan Dipercepat
Wali Kota Yamin Prihatin Pemadaman Listrik Bergilir Rugikan Pelaku Usaha Kecil
Puluhan ASN Rebutan 7 Kursi Eselon ll di Pemko Banjarmasin
Zulbadi Blusukan Pastikan Pelayanan Leding Sampai Ke ujung Sambungan
Pemuda Banjarmasin Dituntut Kreatif dan Jangan Hanya Jadi Pelengkap

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:09 WITA

Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:29 WITA

Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:55 WITA

Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Yamin Berharap Pemulihan Dipercepat

Senin, 6 Juli 2026 - 20:06 WITA

Wali Kota Yamin Prihatin Pemadaman Listrik Bergilir Rugikan Pelaku Usaha Kecil

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:54 WITA

Puluhan ASN Rebutan 7 Kursi Eselon ll di Pemko Banjarmasin

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:29 WITA

KORBAN PERKELAHIAN – Perkelahian berdarah mengakibatkan seorang pria tewas di kawasan Jalan Kelayan B, Banjarmasin, Senin (6/7/2026) pagi. Polisi masih menyelidiki motif dan kronologi kejadian. (foto: ilustrasi)

Peristiwa & Hukum

Perkelahian Maut di Kelayan B, Satu Tewas, Pelaku Masih Dirawat

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:33 WITA

Verified by MonsterInsights