BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Menjelang duel krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia menyita perhatian. Fakta mengejutkan muncul: nilai pasar skuad Garuda disebut lebih tinggi dibandingkan Arab Saudi dan Irak.
Menurut laporan Al Jazeera, Indonesia kini bukan lagi sekadar kuda hitam. Kehadiran pemain diaspora seperti Jay Idzes (7,5 juta euro) dan Kevin Diks (5 juta euro) membuat skuad asuhan Patrick Kluivert punya modal besar menghadapi laga 9 Oktober melawan Arab Saudi, serta Irak pada 11 Oktober mendatang.
Meski begitu, tantangan di lapangan tak ringan. Arab Saudi tetap unggul pengalaman dengan catatan empat kali tampil di Piala Dunia. Sementara Irak, meski nilai pasar timnya hanya sekitar 22 juta euro, dikenal sebagai lawan tangguh di Asia Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara historis Saudi lebih dominan, tetapi Indonesia menunjukkan perkembangan pesat dengan 11 pemain keturunan,” tulis Al Jazeera.
Namun nilai pasar hanyalah angka. Menurut riset Universitas Olahraga Indonesia, tim dengan skuad mahal memang punya peluang lebih besar menang, tapi mentalitas, strategi, dan chemistry tetap penentu utama.
Kluivert pun dihadapkan pada pekerjaan besar: menyatukan pemain naturalisasi dengan talenta lokal. Sebuah studi Journal of Sports Science mencatat, integrasi baik bisa mendongkrak performa tim hingga 25 persen.
Selain itu, kesenjangan kualitas liga juga masih jadi jurang. Nilai pasar Super League Indonesia hanya sekitar 78 juta euro, jauh tertinggal dari Roshn Saudi League yang mencapai 1,14 miliar euro.
Dengan segala keterbatasan dan harapan besar publik, Timnas Indonesia dituntut bukan hanya lebih mahal di atas kertas, tapi juga membuktikan di lapangan. Apakah Garuda siap menciptakan kejutan?
Sumber Al Jazeera












