BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Konsumen Mitsubishi Fuso mengaku merasa kecewa dan protes atas pelayanan bengkel dealernya yang dinilai tidak memuaskan di Jalan Gubernur Soebardjo Lingkar Selatan, Banjarmasin, Provinsi Kalsel.
Alasannya, mobil Mitsubishi L 8021 UM milik PT Andalas sudah berbulan-bulan di bengkel Mitsubishi ‘ditidurkan’ (perbaikan). “Ya, kalau tidak salah kurang lebih 6 bulan’. Baru selesai perbaikan dan jalan mobilnya selama 10 harian, namun sekarang rusak lagi. Bahkan dibilangin jika order sparepart hingga 14 harian,” tuturnya.
Ia memastikan sebagai konsumen protes. ‘Jadi, saya sebagai konsumen protes dan marah dengan dealer Mitsubishi, apalagi umur truk tidak sampai 2 tahun sudah rusak, dan pengerjaannya berbulan-bulan denga alasan macam-macam,” ujar Saut Nathan Samosir konsumen Mitsubishi, Selasa (22/7/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dengan dealer besar seperti Mitsubishi, terlihat tidak ada suku cadang yang tersedia. “Dikit-dikit order ke Jakarta,” tandasnya heran.
Tak hanya itu, mobil Mitsubishi lainnya L 8149 UUC sudah satu minggu-an lebih di dealer Mitsubishi. ‘Saya dapat info 4 hari lagi baru datang sparepartnya. ‘Lalu belum lagi pengerjaannya?,’ ucapnya dengan nada tanya.
Ia pun mengaku sangat dirugikan dengan kondisi tersebut. ‘Mobil dibengkel, kami rugi dan harga sparepart sudah beli mahal, tapi kualitas tidak baik,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Service Advisor Mitsubishi Fuso Saca Anjar Batara menyatakan, pihaknya hanya memasang sparepart yang telah disediakan konsumen mobil Mitsubishi. “Jadi pihak konsumen menyediakan sparepart, lalu pihak bengkel dealer memasangkan saja,” papar Saca Anjar Batara saat dikonfirmasi wartawan di dealer Bengkel Mitsubishi Fuso, Selasa (22/7/2025).
Hal itu dikarenakan permintaan dan kesepakatan dari konsumen, padahal jika membeli sparepart di dealer Mitsubishi tentu ada garansi hingga 1 bulan. “Beli sparepart di dealer Mitsubishi langsung dipesankan ke PT Krama Yudha Tiga Berlian. Memang harga lebih mahal,” tandasnya.
Bahkan, pihaknya pun meminta dihubungkan kepada pemilik mobil agar memberikan penjelasan secara detail tentang kondisi mobil. ‘Tapi saya tidak dihubungkan ke pemilik mobil, padahal saya minta dihubungkan secara langsung agar dapat memberikan penjelasan,’ ujarnya.
Kondisi mobil yang berada di dealer bengkel, sambung Saca, sudah rusak. “Seharusnya pengemudi mengetahui tombol pemberitahuan jika ada kerusakan. ‘Itu ada tanda nyala sebagai pemberitahuan’. Kondisi itulah yang membuat mobil rusak, dan biaya perbaikan hingga selesai jika diperbaiki dan pemesanan sparepart di dealer Mitsubishi dapat mencapai ratusan juta. Mobil masuk ke bengkel dealer tanggal 9 Mei 2025,” imbuhnya.












