Peringatan Perjalanan bagi Warganya yang Bepergian ke Amerika Serikat

Peringatan Perjalanan bagi Warganya yang Bepergian ke Amerika Serikat

- Redaksi

Minggu, 23 Maret 2025 - 18:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjalanan bagi Warga ke Amerika Serikat (foto:ist)

Perjalanan bagi Warga ke Amerika Serikat (foto:ist)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Sejumlah negara di Eropa telah memperbarui peringatan perjalanan bagi warganya yang berencana mengunjungi Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memperketat kebijakan imigrasi, yang berdampak pada proses masuk bagi wisatawan dan pendatang dari berbagai negara.

Inggris dan Jerman Perketat Panduan Masuk ke AS

Pemerintah Inggris mengeluarkan pembaruan terkait aturan masuk ke AS, mengingatkan warganya untuk mematuhi semua persyaratan visa dan ketentuan masuk lainnya. Kantor Luar Negeri Inggris menegaskan bahwa otoritas AS menerapkan aturan masuk dengan ketat, dan setiap pelanggaran dapat mengakibatkan penangkapan atau penahanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Jerman juga memperbarui panduannya setelah menemukan tiga kasus warga negaranya yang ditolak masuk dan ditahan oleh otoritas perbatasan AS. Kementerian Luar Negeri Jerman mengingatkan bahwa memiliki Electronic System for Travel Authorization (ESTA) atau visa AS tidak menjamin masuk ke negara tersebut.

Baca Juga :  Dibangun 20 Tahun Lebih, Begini Wujud Hotel Bawah Tanah Pertama di Dunia!

“Keputusan akhir mengenai apakah seseorang dapat memasuki AS berada di tangan petugas perbatasan AS,” ujar perwakilan Kementerian Luar Negeri Jerman dikutip dari Unilad.

Jerman juga menyarankan warganya untuk membawa bukti perjalanan pulang, seperti tiket penerbangan, guna menghindari masalah saat pemeriksaan imigrasi. Selain itu, mereka menegaskan bahwa tidak ada jalur hukum untuk menggugat keputusan penolakan masuk oleh otoritas AS.

Daftar Negara yang Berpotensi Menghadapi Pembatasan Perjalanan ke AS

Sejak menjabat sebagai presiden ke-47 AS, Donald Trump dan pemerintahannya telah menyusun daftar 43 negara yang berpotensi mengalami pembatasan perjalanan. Negara-negara tersebut dikelompokkan dalam tiga kategori dengan tingkat pembatasan yang berbeda:

  1. Larangan Perjalanan Penuh

Negara-negara dalam daftar ini akan mengalami suspensi penuh visa ke AS:

  • Afghanistan
  • Bhutan
  • Kuba
  • Iran
  • ·  Libya
  • ·  Korea Utara
  • ·  Somalia
  • ·  Sudan
  • ·  Suriah
  • ·  Venezuela
  • ·  Yaman
Baca Juga :  Pj Bupati Mura Sambut Kedatangan Danrem 102/Panju Panjung, Perkuat Sinergi Keamanan dan Ketahanan Pangan

2. Pembatasan Visa Secara Ketat

Negara-negara dalam kategori ini akan menghadapi pembatasan visa yang signifikan, terutama untuk visa wisata, pelajar, dan imigran:

  • Belarus
  • Eritrea
  • Haiti
  • Laos
  • Myanmar
  • Pakistan
  • Rusia
  • Sierra Leone
  • Sudan Selatan
  • Turkmenistan

3. Negara dengan Tenggat Waktu 60 Hari

Negara-negara dalam daftar ini memiliki waktu 60 hari untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh pemerintah AS. Jika tidak ada perbaikan, mereka dapat menghadapi pembatasan visa parsial:

  • Angola
  • Antigua dan Barbuda
  • Benin
  • Burkina Faso
  • Kamboja
  • Kamerun
  • Tanjung Verde
  • Chad
  • Republik Kongo
  • Republik Demokratik Kongo
  • Dominika
  • Guinea Khatulistiwa
  • Gambia
  • Liberia
  • Malawi
  • Mali
  • Mauritania
  • Kitts dan Nevis
  • Lucia
  • São Tomé dan Príncipe
  • Vanuatu
  • Zimbabwe

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa daftar ini masih dapat berubah dan belum mendapatkan persetujuan akhir dari pemerintahan Trump, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus
Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI
Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada
Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80
Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers
Dulu Mengejar Narasumber, Ditanya Wartawan Soal Motor Listrik Nanik S Deyang Malah Ngacir
Dinamika Politik Kian Sentral, SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:31 WITA

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:00 WITA

Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:58 WITA

Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:31 WITA

Dulu Mengejar Narasumber, Ditanya Wartawan Soal Motor Listrik Nanik S Deyang Malah Ngacir

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights