Pesan Fotografer Iman Satria untuk Mahasiswa: Utamakan Keselamatan Saat Memotret Demo – bomindonesia.com

Pesan Fotografer Iman Satria untuk Mahasiswa: Utamakan Keselamatan Saat Memotret Demo

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan Fotografer Iman Satria untuk Mahasiswa: Utamakan Keselamatan Saat Memotret Demo

Fotografer jurnalis nasional asal Banjarmasin, Iman Satria saat jadi Nara sumber pada ada diskusi Mahasiswa Memotret Aksi Mahasiswa” yang digelar di Social Science Laboratory, FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rabu (4/2/2026 ) )Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Fotografer jurnalis nasional asal Banjarmasin, Iman Satria, menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan diri saat mengabadikan momen demonstrasi.

Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi bertajuk “Mahasiswa Memotret Aksi Mahasiswa” yang digelar di Social Science Laboratory, FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Selasa (3/2/2026).

Di hadapan mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi, Iman yang juga peraih sejumlah penghargaan fotografi nasional ini memberikan peringatan keras terkait tingginya risiko di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagus apa pun hasil foto yang kita dapatkan, tidak akan pernah lebih berharga dari selembar nyawa kita,” tegas fotografer media cetak dan online Barito Post ini.

Berdasarkan pengalamannya meliput berbagai aksi massa, Iman menjelaskan bahwa identitas dan posisi fotografer sangat krusial.

Ia menyarankan agar fotografer selalu mengenakan kartu pengenal (ID Card) serta memperkenalkan diri kepada pihak keamanan maupun massa aksi sejak awal.

“Penting bagi aparat dan mahasiswa mengetahui siapa kita dan apa tugas kita di sana. Jangan sampai kehadiran fotografer dianggap asing atau mencurigakan,” jelasnya.

Selain identitas, Iman juga memaparkan teknik menentukan posisi aman saat meliput, baik di barisan belakang aparat maupun di belakang massa mahasiswa.

Melalui presentasi puluhan karya fotonya, ia menunjukkan bahwa pengambilan gambar dari sudut pandang tertentu tidak hanya menghasilkan visual yang lebih kuat, tetapi juga meminimalkan risiko.

Ia mengingatkan bahwa situasi lapangan bisa berubah dengan cepat, dari kondusif menjadi ricuh. Karena itu, mahasiswa disarankan tidak bekerja sendirian saat meliput aksi demonstrasi.

“Fotografer sejatinya tidak pernah benar-benar sendirian. Minimal harus ada dua orang yang saling berdekatan agar bisa saling mengingatkan dan melindungi,” tambahnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Learning and Action Integration Laboratory dan turut dihadiri Kepala Laboratorium, Nasrullah.

Doktor Antropologi lulusan UGM tersebut menilai dokumentasi aksi massa memiliki nilai historis penting sebagai arsip perjuangan aspirasi mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Jurusan Pendidikan Sosiologi, Rochgiyanti, yang membuka acara secara resmi, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan literasi visual. Ia berharap diskusi serupa dapat terus digelar secara rutin sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia jurnalistik dan advokasi sosial.

Penulis/ Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisuda Sarjana XX dan Angkat Sumpah Profesi Ners UCB, Lulusan Didorong Berkontribusi bagi Masyarakat
Karhutla Serang Kawasan Kampus Uniska, Ribuan Mahasiswa Dipulangkan
Sebelum jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Semifinalis Cover Boy Majalah Mode 1988, Ini Potret Masa Mudanya
Pesan Penting Raih Keberkahan Hidup Kata Habib Ahmad Al-Habsyi di Tabligh Akbar Uniska
Conjurig, Film Hantu-Hantu Jalanan Bandung Siap Tayang di Bioskop
Viral Tren “Wajah 2026, Gaya 1980-an”, Warganet Ramai-Ramai jadi Anak 80’s di Medsos
4.151 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNISKA MAB 2026
Mahasiswa Baru Fakultas Hukum Uniska Ikuti PKKMB 2026

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:55 WITA

Wisuda Sarjana XX dan Angkat Sumpah Profesi Ners UCB, Lulusan Didorong Berkontribusi bagi Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:27 WITA

Sebelum jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Semifinalis Cover Boy Majalah Mode 1988, Ini Potret Masa Mudanya

Sabtu, 26 September 2026 - 19:21 WITA

Pesan Penting Raih Keberkahan Hidup Kata Habib Ahmad Al-Habsyi di Tabligh Akbar Uniska

Senin, 14 September 2026 - 17:40 WITA

Conjurig, Film Hantu-Hantu Jalanan Bandung Siap Tayang di Bioskop

Jumat, 11 September 2026 - 22:23 WITA

Viral Tren “Wajah 2026, Gaya 1980-an”, Warganet Ramai-Ramai jadi Anak 80’s di Medsos

Berita Terbaru

Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Banjarmasin Bungas

Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 8 Okt 2026 - 19:30 WITA

Verified by MonsterInsights