Rock in Solo 2025 Sukses ‘Bakar’ Benteng Vastenburg, Bawa Pesan Penyelamatan Lingkungan – bomindonesia.com

Rock in Solo 2025 Sukses ‘Bakar’ Benteng Vastenburg, Bawa Pesan Penyelamatan Lingkungan

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stilbirth, band death metal asal Jerman, berpose bersama penonton usai sukses mengobarkan panggung Rock in Solo 2025 (Foto Instagram @rockinsolofestival)

Stilbirth, band death metal asal Jerman, berpose bersama penonton usai sukses mengobarkan panggung Rock in Solo 2025 (Foto Instagram @rockinsolofestival)

BOMINDONESIA.COM, SOLO — Festival musik keras Rock in Solo (RIS) 2025 kembali mencatat sejarah. Hari kedua penyelenggaraan pada Minggu (23/11/2025) sukses ‘membakar’ Benteng Vastenburg dengan energi ribuan metalheads yang memadati kawasan konser sejak siang hingga malam, meski hujan deras mengguyur area venue.

Dua panggung besar, XXI Stage dan Rajamala Stage, menjadi magnet sejak pukul 14.00 WIB.

Suasana mencapai klimaks ketika band hardcore asal Australia, Deeznuts, menghentak Rajamala Stage tepat saat hujan belum reda. Di sisi lain, Ugoslaiber dari Thailand memancing antusiasme yang tak kalah liar dari penonton.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian penonton rela dihempas hujan tanpa pelindung, sementara lainnya datang lebih siap.

Diki Permana (27) dari Boyolali mengaku tak peduli tubuh basah.

“Rock in Solo setahun sekali. Nikmati aja sambil hujan-hujanan,” katanya.

Sementara Jaka Surya (30), metalheads asal Solo, datang membawa jas hujan.

“Sudah hafal cuaca Solo. Biar nyaman sampai malam,” ujarnya.

Dilansir dari Espos Indonesia, energi musik keras bukan satu-satunya yang menghangatkan Rock in Solo 2025. Festival ini juga mengangkat tema besar penyelamatan lingkungan dan kritik politik.

Di tengah kerumunan penonton, relawan Trash Warrior berompi hijau tampak memunguti sampah satu per satu di tengah mosh pit dan headbanging.

Di setiap tenda penjualan merchandise dan kuliner, terpampang slogan bernada protes seperti:“Cukup kamu yang ngebul. Jangan PLTU.”

Tema lingkungan bukan hanya pemanis visual — itulah inti narasi Rock in Solo tahun ini.

Komitmen Politis: Musik Cadas untuk Lingkungan

Salah satu Dewan Jenderal Rock in Solo, Stephanus Adjie, menegaskan bahwa RIS memang lahir sebagai festival dengan sikap.

“Rock in Solo politis sejak lahir. Tahun ini kami lebih lantang dari sebelumnya. Fokusnya: ekologi dan penyelamatan lingkungan,” tegasnya.

Adjie menyebut kritik festival bukan tanpa alasan.

“Belakangan ini kita lihat pemimpin terang-terangan melanggar konstitusi, etika, moral, dan aturan yang mereka buat sendiri. Kita wajib mengingatkan,” ujarnya.

Menurutnya, metalheads yang bersatu dengan kesadaran lingkungan akan berdampak nyata pada kehidupan sosial.

“Kalau suatu saat para pemimpin benar-benar menjalankan amanat kemerdekaan — rakyat sejahtera, lingkungan aman, hidup damai — kami akan tetap bersuara, tapi kritiknya diarahkan ke diri kami sendiri,” imbuhnya.

Rock in Solo 2025 membuktikan bahwa musik cadas bukan hanya dentuman dan euforia.

Ia adalah seruan ekologis, alarm moral, dan ruang kritik terhadap kekuasaan, yang disampaikan melalui energi ribuan penonton yang tumpah ruah di Benteng Vastenburg.

Malam itu, Rock in Solo tidak sekadar menghibur — ia mengingatkan.

Penulis/ Editor: Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Astamaops Polri dan KSAL Tinjau Karhutla Kalsel, Kapolda Turun Langsung Padamkan Api
BREAKING NEWS ! Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Gang Buntu Grogol Selatan Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kekompakan
Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia
Monyet Liar “Teror” Warga Inhil, Kini Jalani Observasi di BBKSDA Riau
Legenda Rock Indonesia-Malaysia Bergema di Station Corner, Ervin Edane dan Connie Dio Hipnotis Pecinta Musik
Tangis Bocah Iringi Kepergian Sang Ayah, Pria Tewas Diduga Dikeroyok karena Dituduh Curi Ayam
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Diduga Terkait Kasus TPPU

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:28 WITA

Astamaops Polri dan KSAL Tinjau Karhutla Kalsel, Kapolda Turun Langsung Padamkan Api

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:56 WITA

BREAKING NEWS ! Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:04 WITA

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Gang Buntu Grogol Selatan Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kekompakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:26 WITA

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:16 WITA

Monyet Liar “Teror” Warga Inhil, Kini Jalani Observasi di BBKSDA Riau

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights