Rugi Besar, Pasukan Suriah Kehilangan MiG-23 dan L-39 serta Berbagai Sistem Pertahanan Udara yang Direbut Kelompok HTS – bomindonesia.com

Rugi Besar, Pasukan Suriah Kehilangan MiG-23 dan L-39 serta Berbagai Sistem Pertahanan Udara yang Direbut Kelompok HTS

- Redaksi

Sabtu, 7 Desember 2024 - 15:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan Pasukan (Foto : Istimewa/Bomindonesia)

Serangan Pasukan (Foto : Istimewa/Bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, SURIAH – Pemberontak yang dipimpin oleh Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) dan kelompok-kelompok lainnya yang didukung Turkiye, telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah di Idlib, Aleppo, dan Hama.

Kemajuan pesat mereka telah mengakibatkan perebutan wilayah-wilayah penting, termasuk sebagian besar Aleppo, yang menandai serangan besar pertama sejak gencatan senjata tahun 2020.

Saat pertempuran berkecamuk, pasukan pemerintah dikenal sebagai Tentara Arab Suriah atau SSA telah mengalami kerugian besar dalam hal personel dan wilayahnya. Ini mencerminkan tantangan yang semakin besar yang dihadapi rezim di tengah konflik yang sedang berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bentrokan yang sedang berlangsung di Suriah telah terbukti menghancurkan aset militer rezim Bashar al-Assad dengan kerugian peralatan yang belum pernah terjadi sebelumnya hanya dalam waktu 10 hari terakhir.

Di antara kerugian yang paling mencolok adalah 35 pesawat dan 154 tank dalam beberapa model. Hal ini menyoroti kerentanan pasukan Assad di bawah tekanan berkelanjutan.

Khusus untuk pesawat terbang, tercatat 24 jet latih Aero L-39 Albatros dan sembilan jet tempur MiG-23 Flogger, telah dikuasai pasukan pemberontak. Selain itu, termasuk juga satu helikopter angkut Mi-8/17 dan satu pesawat tak berawak Ababil-3 buatan Iran yang digunakan untuk pengintaian juga dihancurkan.

Kerugian aset udara ini mencerminkan penurunan signifikan kemampuan rezim untuk mendukung operasi darat dan mempertahankan pengawasan medan perang. SSA juga menderita kerugian signifikan dalam sistem pertahanan udaranya, yang sangat penting dalam menjaga wilayah udara negara tersebut.

Diantara kerugian tersebut adalah 9K35 Strela-10, sistem pertahanan udara jarak pendek yang dirancang untuk melindungi dari target yang terbang rendah seperti pesawat tanpa awak dan rudal. Lalu sistem pertahanan udara 9K37M1 BUK-M1 juga hilang. Sistem ini sangat penting untuk mencegat ancaman yang terbang lebih tinggi dan lebih cepat seperti jet tempur dan rudal balistik.

Bersamaan dengan itu, penghancuran Pantsir S-1, sistem pertahanan udara modern yang menggabungkan rudal dan artileri, semakin melemahkan kemampuan Suriah untuk melawan serangan udara. Kerugian kritis lainnya termasuk tiga peluncur sistem S-125 Pechora, yang menyediakan perlindungan wilayah udara dalam, serta dua belas senjata antipesawat swagerak ZSU-23-4 Shilka.

Secara keseluruhan, kerugian dalam sistem pertahanan udara ini menimbulkan kesenjangan operasional yang signifikan di wilayah-wilayah utama, sehingga semakin mempersulit pasukan Suriah untuk mempertahankan diri dari serangan udara.

Penulis : Mercurius

Editor : Mercurius

Sumber Berita: Aerospace Interview

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia
Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi
Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal
Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau
Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran
Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak
Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:26 WITA

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WITA

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:09 WITA

Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:16 WITA

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Minggu, 26 April 2026 - 23:46 WITA

Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Cegah ISPA, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Masker ke Masyarakat

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:24 WITA

Banjarmasin Bungas

Cegah ISPA, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Kepada Masyarakat

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:14 WITA

Banjarmasin Bungas

Warga Banjar Desak Pemkot Banjarmasin Kelola Majukan Makam ‘Raja Banjar’

Rabu, 26 Agu 2026 - 18:56 WITA

Verified by MonsterInsights