Ternyata! Belanda Belajar Membuat Kanal Kepada Orang Banjar – bomindonesia.com

Ternyata! Belanda Belajar Membuat Kanal Kepada Orang Banjar

- Redaksi

Senin, 10 Februari 2025 - 23:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternyata! Belanda Belajar Membuat Kanal Kepada Orang Banjar

Kanal jafri zam-zam, kanal peninggalan belanda

Ini 10 kanal peninggalan Belanda di Banjarmasin

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Sebelum Banjarmasin mendapat julukan ‘Kota seribu sungai’ kota ini terlebih dulu dikenal sebagai Kota Kanal oleh Kolonial Belanda.

Kanal sebagai elemen dari parit kota mulai dibangun. Tujuannya mempercepat dan memperlancar air sungai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Sejarahwan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Mansyur, Banjarmasin mulai dikembangkan sebagai kota kanal sejak tahun 1890 an, era Residen Kroesen memimpin Banjarmasin.

Mengetahui fungsi kanal yang dibuat oleh orang Banjar, orang Belanda sendiri akhirnya belajar dan mengembangkan kanal di Banjarmasin.

Belanda tahu orang Banjar mampu membuat kanal puluhan kilometer hanya dengan alat seadanya. Untuk memperlancar akses ke sungai.

Singkatnya sejumlah kanal dibangun dan diantaranya ada 10 kanal ditempatkan di kawasan pusat kota, yang merupakan sodetan pada lekukan sungai atau meluruskan aliran sungai.

“Dari 10 kanal tersebut, ditemukan 5 tipe ragam kanal yang dikembangkan di pusat Kota Banjarmasin. Hal ini menyebabkan perkembangan pola fisik maupun sosial,” ucap Mansyur.

Ia melanjutkan, Jejak sejarah Banjarmasin Tempo dulu kanal-kanal di kota Banjarmasin awalnya berfungsi ganda, selain untuk kepentingan pertanian sekaligus sebagai prasarana
transportasi, juga sebagai penampung dan penyalur air pada saat pasang, sehingga dapat mengurangi luapan air serta menghindari banjir.

Bahkan kanal juga berfungsi perlindungan untuk kepentingan pertahanan yang dibangun mengelilingi benteng sebagaimana Benteng Tatas, yang di bekas lokasinya kini berdiri Masjid Sabilal Muhtadin.

“Kanal berfungis ganda dan bahkan dibangun untuk benteng Tatas yang sekarang jadi Masjid Raya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintahankolonial yang terdapat pada 10 lokasi dalam 5 tipologis kanal, yaitu Kanal Benteng/Kanal Tatas, Kanal Sutoyo/Kanal Teluk Dalam, Kanal Pirih/Antasan Bondan, Kanal Raden/Antasan Raden.

Kemudian Kanal Jafri Zamzam-Anjir Mulawarman, Kanal Pangambangan, Kanal Veteran/Pacinan, Kanal A.Yani/Ulin, Kanal Bilu/Kuripan, serta Kanal Awang.

Editor : Hamdani

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMPAI KAPAN?
Oknum ASN Pemko Banjarmasin Diperiksa Soal Dugaan Penipuan Utang Piutang Ratusan Juta
Edy Upayakan Perkecil SILPA di Tengah Efesiensi dan Pembatalan Perayaan Hari Jadi
Bunda PAUD Banjarmasin Salurkan Tabungan Pendidikan Rp5 Juta untuk Anak Guru Honorer yang Wafat
Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran
Karhutla Banjarmasin Capai 71 Kejadian, Penanganan Diperkuat dari Darat dan Udara
Wisuda Sarjana XX dan Angkat Sumpah Profesi Ners UCB, Lulusan Didorong Berkontribusi bagi Masyarakat
Karhutla Serang Kawasan Kampus Uniska, Ribuan Mahasiswa Dipulangkan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:03 WITA

SAMPAI KAPAN?

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:56 WITA

Oknum ASN Pemko Banjarmasin Diperiksa Soal Dugaan Penipuan Utang Piutang Ratusan Juta

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:19 WITA

Edy Upayakan Perkecil SILPA di Tengah Efesiensi dan Pembatalan Perayaan Hari Jadi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:50 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Salurkan Tabungan Pendidikan Rp5 Juta untuk Anak Guru Honorer yang Wafat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:30 WITA

Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Berita Terbaru

SAMPAI KAPAN?

Cermin

SAMPAI KAPAN?

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:03 WITA

Verified by MonsterInsights