BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Timnas Indonesia berpeluang meraih lonjakan signifikan dalam perolehan poin FIFA saat menghadapi Tiongkok dalam laga internasional mendatang. Berdasarkan proyeksi sistem perhitungan FIFA, kemenangan atas tim dengan peringkat lebih tinggi itu diprediksi menyumbang +15,05 poin bagi Skuad Garuda.
Jika pertandingan berakhir imbang, Indonesia tetap mengantongi +2,55 poin, sementara kekalahan akan mengurangi poin sebanyak -9,95. Namun, secara peringkat, hasil pertandingan ini tidak akan memberi dampak besar, mengingat selisih poin dengan negara-negara di sekitar klasemen Indonesia masih cukup lebar.
Per akhir Mei 2025, Indonesia menempati peringkat ke-134 dunia versi FIFA. Posisi tersebut tergolong stabil setelah lonjakan performa pada tahun 2023–2024, namun tetap rentan terhadap hasil buruk dalam laga-laga internasional berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Poin FIFA sendiri dihitung berdasarkan sejumlah faktor, termasuk status pertandingan (persahabatan, kualifikasi, atau turnamen resmi), peringkat lawan, dan hasil akhir. Karena Tiongkok berada di atas Indonesia dalam klasemen FIFA, laga ini memberikan risiko tinggi sekaligus peluang besar.
“Melawan tim kuat seperti Tiongkok adalah ujian sebenarnya. Tapi kalau menang, dampaknya besar untuk moral, kepercayaan diri pemain, dan citra internasional kita,” ujar analis sepak bola nasional, Rizal, saat dihubungi, Sabtu (31/5/2025).
Rekam Jejak dan Psikologis Pertandingan
Secara historis, Indonesia dan Tiongkok memiliki catatan pertemuan yang cukup panjang. Dalam satu dekade terakhir, Tiongkok cenderung unggul baik dari segi materi pemain maupun strategi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, performa Indonesia mengalami tren peningkatan seiring regenerasi dan pembinaan usia muda yang mulai menunjukkan hasil.
Nama-nama muda seperti Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Pratama Arhan menjadi tulang punggung kebangkitan Garuda. Ditambah lagi, kehadiran pelatih kepala yang konsisten membangun pola permainan menyerang dan berani menjadi modal penting dalam laga ini.
Momentum untuk Meningkatkan Posisi Regional
Tak hanya dari sisi peringkat global, laga melawan Tiongkok juga penting dalam konteks posisi regional Asia. Dalam peringkat AFC, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara ASEAN seperti Vietnam dan Thailand. Kemenangan atas tim Asia Timur seperti Tiongkok akan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan baru di kawasan Asia Tenggara.
“Jika ingin bersaing di Asia, kita harus mulai membangun rekor positif melawan tim-tim dari Timur Asia dan Timur Tengah,”
Tantangan Konsistensi dan Jadwal Padat
Meski peluang poin besar tersedia, tantangan terbesar Indonesia bukan hanya memenangkan satu pertandingan, melainkan menjaga konsistensi performa dalam jadwal padat sepanjang tahun 2025. Dalam beberapa bulan ke depan, Indonesia dijadwalkan menghadapi sejumlah laga kualifikasi penting, termasuk untuk Piala Asia dan Piala Dunia zona AFC.
Tanpa konsistensi dan manajemen rotasi pemain yang cermat, risiko kelelahan dan cedera bisa menghambat pencapaian jangka panjang, termasuk perolehan poin di ranking FIFA.
Laga melawan Tiongkok bukan sekadar pertandingan persahabatan atau uji coba. Ini adalah ujian mental dan teknis, sekaligus peluang strategis untuk menegaskan langkah Indonesia dalam mendaki tangga prestasi internasional. Tambahan 15 poin mungkin terdengar kecil di tengah klasemen global, namun jika dikombinasikan dengan hasil positif lainnya, hal itu dapat menjadi fondasi untuk kebangkitan Garuda yang sesungguhnya.
Penulis : Sukmahid












