Liburan Usai, Saatnya Kembali Bertahan di Tengah Beban Hidup yang Kian Berat – bomindonesia.com

Liburan Usai, Saatnya Kembali Bertahan di Tengah Beban Hidup yang Kian Berat

- Redaksi

Selasa, 8 April 2025 - 00:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liburan Usai, Saatnya Kembali Bertahan di Tengah Beban Hidup yang Kian Berat

Mercurius

BOMINDONESIA.COM — Musim mudik telah berakhir, Lebaran 2025 telah usai. Kini, jutaan warga kembali ke kota-kota besar dengan sisa tenaga dan bekal semangat untuk memulai hari-hari baru.

Mereka berdesakan dalam arus balik yang padat, sebagian harus menempuh perjalanan puluhan jam demi satu tujuan: kembali bekerja, kembali mencari rupiah, dan kembali bertahan di tengah kehidupan yang makin tidak mudah.

Setelah sejenak beristirahat dan bersua dengan keluarga di kampung halaman, masyarakat kini dihadapkan lagi pada realita hidup yang keras. Harga kebutuhan pokok belum turun sejak lonjakan menjelang Ramadan, tarif transportasi masih tinggi, dan biaya hidup di kota-kota besar terus merangkak naik. Tak sedikit yang harus berutang demi bisa mudik, dan kini kembali ke rutinitas dengan beban finansial yang lebih berat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah ini semua, berbagai kebijakan pemerintah justru makin terasa menjauh dari keberpihakan pada rakyat kecil. Kenaikan tarif dasar listrik non-subsidi, wacana pengenaan pajak daerah yang lebih besar berdasarkan UU HKPD, hingga absennya kendali harga pangan yang efektif, menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi masyarakat.

Sayangnya, respons pemerintah tidak selalu seiring dengan denyut nadi rakyat. Yang muncul justru kebijakan tambal sulam dan seruan moral untuk “bersabar”. Padahal, rakyat tidak butuh ajakan bersabar — mereka butuh tindakan konkret, stabilitas harga, dan perlindungan dari tekanan ekonomi yang tak kunjung reda.

Sementara itu, pelayanan publik pun belum sepenuhnya pulih. Masih banyak kantor pemerintahan yang terlihat lengang pasca-libur panjang. Meski telah ada surat edaran dari Mendagri yang mengatur fleksibilitas kerja ASN untuk mengurai arus balik, pengawasan di lapangan lemah. Rakyat kembali bekerja, tapi justru pelayanan publik masih tersendat.

Saatnya Pemerintah Mendengar

Rakyat telah kembali bekerja — bukan karena ingin, tapi karena harus. Mereka tidak punya pilihan lain. Maka yang dibutuhkan bukan sekadar seremonial ucapan “selamat bekerja kembali”, melainkan kehadiran nyata negara dalam bentuk perlindungan ekonomi, kepastian harga, dan akses pelayanan publik yang tidak tersendat karena alasan administratif.

Pasca-Lebaran seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan euforia berkepanjangan. Pemerintah harus sadar bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Dunia usaha masih terseok, daya beli masyarakat terus menurun, dan ancaman pengangguran tetap menghantui. Diperlukan kebijakan yang berpihak, bukan yang hanya terlihat indah di atas kertas.

Rakyat telah kembali ke jalanan, ke pasar, ke pabrik, ke meja-meja kerja yang menanti. Kini giliran negara yang hadir, bukan sekadar lewat aturan, tetapi lewat tindakan nyata. Karena libur telah usai, dan perjuangan rakyat kembali dimulai.

Penulis : Mercurius

Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMPAI KAPAN?
Wajah Indonesia di Tragedi Virgo dan Kembalikan Kapal Penumpang Era Kelimutu
500 Tahun Banjarmasin, Merayakan dengan Empati
Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten
Bencana Silih Berganti, Kepastian Kehadiran Negara Dipertanyakan?
Uniska Bakal Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Mahasiswanya 50 Orang
Pulpen Teddy , Lirikan Putin dan Adab di Meja Perundingan
Siap Gandeng Investor, Siring dan Pulau Insan Bakal Majukan Pariwisata Banjarmasin

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:03 WITA

SAMPAI KAPAN?

Rabu, 30 September 2026 - 13:02 WITA

Wajah Indonesia di Tragedi Virgo dan Kembalikan Kapal Penumpang Era Kelimutu

Kamis, 24 September 2026 - 02:55 WITA

500 Tahun Banjarmasin, Merayakan dengan Empati

Minggu, 20 September 2026 - 13:41 WITA

Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten

Rabu, 9 September 2026 - 19:38 WITA

Bencana Silih Berganti, Kepastian Kehadiran Negara Dipertanyakan?

Berita Terbaru

Sebar 100 Tandon dan 21 Tangki Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Banjarmasin Bungas

Sebar 100 Tandon dan 21 Tangki Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:45 WITA

Verified by MonsterInsights