Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten – bomindonesia.com

Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 13:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten

BOMINDONESIA.COM, 

Dramatisasi film Titanic arahan James Cameron sukses menguras air mata dunia lewat kisah cinta tragis antara Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) dan Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet).

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik romansa fiksi yang ikonik itu, film ini juga menggambarkan keteguhan sang nakhoda, Kapten Edward J. Smith, yang memilih pasrah menunggu ajal di ruang kemudi seiring tenggelamnya kapal.

 

 

Potret tersebut selama puluhan tahun menjadi contoh populer global tentang bagaimana seorang pemimpin bersikap di ujung maut.

 

Namun, penonton di tanah air sebenarnya tidak perlu terpaku pada layar bioskop untuk menyaksikan keteguhan moral seorang pelaut sejati.

 

Jauh sebelum melodi biola di atas dek Titanic yang miring memukau jutaan penonton, perairan Masalembo pada 27 Januari 1981 sudah menyajikan panggung tragedi nyata yang menguji tanggung jawab manusia tanpa skenario sutradara.

 

Tragedi KMP Tampomas II bukan sekadar kecelakaan laut biasa.

 

Ia adalah contoh nyata dari bahaya di lautan, di mana sebuah kapal tua berumur seperempat abad dipaksa terus berlayar demi menghemat anggaran.

 

Ketika ruang mesin meledak dan memicu kebakaran hebat selama 40 jam, monster api itu tidak hanya membakar fisik kapal, tetapi juga menguji mental siapa saja yang ada di atasnya.

 

Di sinilah perbedaan besar itu terlihat: ketika kondisi kapal kala itu sangat memprihatinkan akibat pemaksaan armada murah, sang nakhoda justru menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa.

 

Saat lambung kapal mulai miring tak keruan, percakapan terakhir antara sang nakhoda, Kapten Abdul Rivai, dengan anak buahnya, Karel Simanjuntak, menjadi bukti nyata keluhuran budi sang kapten.

 

Alih-alih menyambut ajakan evakuasi dengan kalimat “Sebaiknya kita turun saja, Kep,” Kapten Rivai justru memilih menutup pintu sekocinya sendiri demi membagikan pelampung tersisa untuk wanita dan anak-anak yang terjebak asap.

 

Kalimat penolakannya sangat melegenda: “Buat apa kita turun kalau belum semua penumpang selamat?”

 

Pernyataan itu bukan dialog fiksi pemanis cerita film.

Itu adalah prinsip hidup yang dipegang teguh sampai tubuh beliau karam ditelan ombak Laut Jawa.

 

Sementara pihak-pihak di darat dipertanyakan tanggung jawabnya atas kelayakan operasional kapal bekas tersebut, sang kapten justru membayar lunas kelalaian sistem itu dengan nyawanya sendiri.

 

Kepahlawanan Kapten Rivai tidak selesai di dasar laut.

Ketika jasadnya ditemukan terapung berhari-hari kemudian, sebentuk cincin bertuliskan nama istrinya, Hasanah, menjadi penanda yang membawanya pulang ke tanah kering.

 

Beliau tidak berakhir di dasar laut tanpa nama.

 

Peti jenazahnya yang dibalut Merah Putih diterbangkan ke Jakarta lalu dibawa menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata untuk dimakamkan secara militer.

 

Mercurius

Wartawan bomindonesia.com)

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bencana Silih Berganti, Kepastian Kehadiran Negara Dipertanyakan?
Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Disdamkarmat Banjarmasin Luncurkan Inovasi ‘SIAGA’
Uniska Bakal Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Mahasiswanya 50 Orang
Pulpen Teddy , Lirikan Putin dan Adab di Meja Perundingan
Siap Gandeng Investor, Siring dan Pulau Insan Bakal Majukan Pariwisata Banjarmasin
INDONESIA
81 Tahun Merdeka, Masihkah Kepak Sayap Garuda Menaungi?
Ritchie Blackmore, Algoritma dan Kenangan Gagang Sapu

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:41 WITA

Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten

Rabu, 9 September 2026 - 19:38 WITA

Bencana Silih Berganti, Kepastian Kehadiran Negara Dipertanyakan?

Selasa, 8 September 2026 - 08:48 WITA

Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Disdamkarmat Banjarmasin Luncurkan Inovasi ‘SIAGA’

Senin, 7 September 2026 - 17:02 WITA

Uniska Bakal Buka Fakultas Kedokteran, Kuota Mahasiswanya 50 Orang

Minggu, 6 September 2026 - 13:32 WITA

Pulpen Teddy , Lirikan Putin dan Adab di Meja Perundingan

Berita Terbaru

Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten

Cermin

Titanic, Tampomas 2 dan Heroisme sang Kapten

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:41 WITA

Demi Normalisasi Sungai, Pemko Banjarmasin Gusur Bangunan di Sungai Veteran

Banjarmasin Bungas

Demi Normalisasi Sungai, Pemko Banjarmasin Gusur Bangunan di Sungai Veteran

Jumat, 18 Sep 2026 - 18:43 WITA

Verified by MonsterInsights